Kategori Berita
Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 11:36 WIB

Penanganan Nyeri Sendi pada Lansia: Pilihan Medis dan Terapi Alternatif

Penanganan Nyeri Sendi pada Lansia: Pilihan Medis dan Terapi AlternatifPenanganan Nyeri Sendi pada Lansia: Pilihan Medis dan Terapi Alternatif

Nyeri sendi merupakan masalah kesehatan yang umum dihadapi oleh banyak lansia di Indonesia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lanjutan mereka.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Berbagai obat dan terapi tersedia untuk membantu mengatasi nyeri ini, baik dalam bentuk medis maupun alternatif. Artikel ini akan menyajikan informasi terkini mengenai pilihan-pilihan yang dapat digunakan.

Penyebab Nyeri Sendi pada Lansia

Nyeri sendi pada lansia seringkali disebabkan oleh penyakit degeneratif seperti osteoartritis, di mana kartilago sendi menipis seiring bertambahnya usia. Ia bisa mengakibatkan rasa sakit yang signifikan dan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari.

Selain osteoartritis, rheumatoid arthritis juga menjadi penyebab umum yang dapat menyebabkan peradangan sendi. Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada wanita dan dapat menyebabkan kekakuan serta rasa sakit yang parah.

Cedera atau trauma pada sendi juga umum dialami oleh lansia akibat penurunan kekuatan otot. Hal ini dapat memperburuk nyeri, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Obat yang Dapat Digunakan

Berbagai macam obat ada untuk meredakan nyeri sendi, termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen. Obat-obatan ini efektif dalam mengurangi rasa sakit dan peradangan yang biasanya dialami oleh pasien.

Jika gejala lebih parah, penggunaan analgesik seperti paracetamol dapat direkomendasikan setelah konsultasi dengan dokter. Dalam kasus yang lebih serius, dokter mungkin meresepkan obat penghilang nyeri yang lebih kuat seperti opioids.

Selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat-obatan ini. Hal ini sangat penting bagi lansia yang memiliki kemungkinan kondisi kesehatan lain yang dapat terpengaruh.

Terapi Alternatif yang Disarankan

Di samping obat, terapi fisik merupakan salah satu pendekatan yang banyak dianjurkan untuk membantu mengurangi nyeri sendi. Latihan fisik ringan dapat meningkatkan fleksibilitas serta kekuatan otot di sekitar sendi yang terkena.

Terapi alternatif seperti akupunktur dan pijat juga semakin banyak dipilih untuk meredakan rasa nyeri. Beberapa studi menunjukkan bahwa teknik-teknik ini bisa efektif dalam mengurangi rasa sakit pada sejumlah pasien.

Penggunaan suplemen, seperti glukosamin dan kondroitin, mulai banyak dilirik oleh kalangan lansia. Meskipun efekivitasnya bervariasi untuk setiap individu, banyak yang melaporkan perbaikan setelah mengonsumsinya secara teratur.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penanganan Nyeri Sendi pada Lansia: Pilihan Medis dan Terapi Alternatif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!