Tantangan Keamanan Jelang Piala Dunia 2026 di Meksiko
Kekerasan yang meluas di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan di lokasi-lokasi tuan rumah.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Kurang dari empat bulan menuju pergelaran, lebih dari 20 wilayah, termasuk Guadalajara, telah mengalami berbagai aksi kekerasan yang signifikan.
Kekerasan yang terjadi di Meksiko meningkat tajam setelah kematian pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG), El Mencho. Aksi ini memicu reaksi dari anggota kartelnya yang menyebabkan kerusuhan di berbagai kota, termasuk Guadalajara.
Di Guadalajara, sejumlah kendaraan dibakar, jalan-jalan ditutup, dan suara tembakan memenuhi udara, menciptakan suasana ketidakamanan di kota yang juga ditunjuk sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Akibat situasi yang tidak stabil ini, beberapa pertandingan Liga MX, termasuk derby antara Guadalajara dan Klub Amerika, terpaksa ditunda. Penutupan wilayah yang dinyatakan berbahaya juga berdampak pada pertandingan di divisi kedua liga.
Perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih baik jelas terlihat ketika cabang olahraga ini harus menghadapi ancaman yang mengganggu keamanan para pemain dan penonton.
Pihak berwenang Meksiko, termasuk Presiden Claudia Sheinbaum, berusaha meyakinkan publik bahwa keamanan Piala Dunia tidak dalam bahaya. Langkah-langkah keamanan yang sudah dilaksanakan mencakup pengerahan tentara dan penempatan Garda Nasional untuk menjaga ketertiban.
Sheinbaum juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu keamanan yang berkembang, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan selama pergelaran Piala Dunia.
Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: