Kategori Berita
Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 14:00 WIB

Mark Zuckerberg Hadapi Pertanyaan Terkait Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Anak

Mark Zuckerberg Hadapi Pertanyaan Terkait Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental AnakMark Zuckerberg Hadapi Pertanyaan Terkait Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Anak

CEO Meta, Mark Zuckerberg, memberikan kesaksian dalam persidangan di Los Angeles mengenai dampak media sosial terhadap anak-anak.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Persidangan ini mempertanyakan apakah platformnya, seperti Instagram, berkontribusi terhadap kecanduan dan masalah kesehatan mental pada generasi muda.

Persidangan Mengenai Kecanduan Media Sosial

Persidangan yang berlangsung pada tanggal 18 Februari ini menyoroti dampak penggunaan Instagram oleh anak-anak dan remaja. Penggugat, seorang wanita berusia 20 tahun yang dikenal sebagai KGM, mengklaim bahwa aktivitas media sosial yang dia lakukan sejak kecil meningkatkan risiko depresi dan pikiran bunuh diri.

Kecanduan yang ditimbulkan oleh platform seperti Instagram menjadi isu sentral dalam perdebatan hukum. Pengacara penggugat, Mark Lanier, menegaskan dampak negatif media sosial terhadap perkembangan mental anak-anak, dengan mengajukan bukti yang menunjukkan hubungan antara penggunaan media sosial dan gangguan kesehatan mental.

Zuckerberg diminta untuk menjelaskan tanggung jawab Meta dalam memberikan layanan yang aman bagi generasi muda. Ia mengakui kompleksitas isu ini dan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor yang lebih mendalam dalam membahas kesehatan mental pengguna.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Pernyataan dan Bukti di Pengadilan

Zuckerberg berpendapat, "Saya masih setuju bahwa bukti ilmiah yang ada belum membuktikan media sosial menyebabkan gangguan kesehatan mental." Pernyataan ini menjadi titik fokus perdebatan, di mana banyak pihak mengharapkan kejelasan mengenai data yang mendukung klaim tersebut.

Sesi persidangan juga menghadirkan dokumen internal dari Meta yang menunjukkan kebijakan penggunaan waktu dan verifikasi usia. Bukti tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keotentikan pernyataan Zuckerberg dan bagaimana Meta menangani pengguna yang lebih rentan terhadap dampak negatif dari media sosial.

Zuckerberg mengemukakan perlunya pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani pengguna, dengan menyatakan, "Saya pikir perusahaan yang rasional seharusnya berusaha membantu orang-orang yang menggunakan layanannya."

Tanggapan terhadap Kritikan dan Dampak Kebijakan

Kesaksian Zuckerberg tidak lepas dari kritik, termasuk dari aktivis anak-anak yang menyatakan bahwa pernyataannya kurang transparan. Josh Golin, direktur eksekutif Fairplay, menyatakan, "Dia tidak dapat dipercaya, terutama dalam hal keamanan anak-anak," menambah ketegangan yang mengelilingi proses hukum ini.

Meski banyak pihak mendesak peningkatan kebijakan perlindungan anak, Zuckerberg berusaha mempertahankan posisi Meta. Ia merujuk pada misi perusahaan untuk menciptakan platform yang bermanfaat, mencerminkan tujuan positif yang ingin dicapai meski ada beragam bukti yang menunjukkan tantangan nyata dalam implementasinya.

Debat yang terjadi dalam persidangan ini tidak hanya mencerminkan posisi Meta, tetapi juga kekhawatiran yang lebih luas tentang dampak jangka panjang media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak di seluruh dunia.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mark Zuckerberg Hadapi Pertanyaan Terkait Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!