Kenaikan Kasus Penyakit Pernapasan di New York: Tantangan Tripledemic
New York sedang menghadapi peningkatan tajam dalam jumlah kasus penyakit pernapasan yang dikenal sebagai 'tripledemic'. Ini terkait dengan fluktuasi signifikan dalam kasus influenza, Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan COVID-19 selama beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Menurut data terbaru dari Northwell Health, rawat inap akibat influenza melesat 75 persen dalam waktu satu minggu, mencapai total 1.399 pasien dari sebelumnya hanya 798 pasien.
Lonjakan kasus terjadi di seluruh negara bagian New York, dengan infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) naik sebesar 35 persen dan COVID-19 meningkat sebesar 15 persen.
Kepala Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi Northwell Health, Bruce Farber, menekankan bahwa angka rawat inap saat ini mungkin hanya mencerminkan sebagian kecil dari kenyataan, karena banyak masyarakat yang belum menjalani tes.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Meskipun vaksin influenza yang ada saat ini tidak sepenuhnya sesuai dengan strain yang beredar, vaksinasi tetap dianggap penting untuk mencegah rawat inap dan kematian, terutama di kalangan kelompok rentan.
Dokter juga menyarankan agar masyarakat menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti mencuci tangan, menggunakan masker ketika sakit, dan menghindari kerumunan untuk mengurangi penularan virus.
Laporan dari Northwell Health menunjukkan bahwa jumlah pasien rawat inap harian meningkat dari 2.800 menjadi 3.500 pasien dalam sehari pada puncak lonjakan ini.
Fasilitas kesehatan ini juga menawarkan tes usap mandiri yang dapat mengidentifikasi flu, RSV, dan COVID secara bersamaan, menunjukkan bahwa lebih dari 37 persen sampel dinyatakan positif untuk subtipe influenza A.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: