Percepat Proses Merger BUMN, BPI Danantara Targetkan Selesai pada Tahun 2026
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berupaya mempercepat proses merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi rampung pada tahun 2026, lebih cepat dari target awal yang ditetapkan pada tahun 2027.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menegaskan bahwa tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) selama proses merger ini.
Dalam acara Forum Pemimpin Publik dan Bisnis: Outlook & Tantangan 2026, Bhimo Aryanto menjelaskan bahwa merger BUMN yang awalnya dirancang selesai pada tahun 2027 kini telah dipercepat menjadi 2026.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan kinerja BUMN yang lebih optimal. Ia menekankan pentingnya waktu yang terbatas, stating, "Yang harusnya selesai di 2027 kita shorten menjadi 2026... Karena kita tahu waktu kita tidak banyak, waktu kita terbatas."
Target konsolidasi ini mencakup 1.067 perusahaan, dengan harapan bisa menjadi sekitar 250 BUMN dengan struktur yang lebih efisien.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Bhimo Aryanto menegaskan kebijakan bahwa tidak akan ada PHK selama proses merger dan menjelaskan alternatif yang dapat ditempuh.
Ia menjelaskan, "Ada caranya, karena kalau kita melakukan Golden Shakehand harusnya IRR (Internal Rate of Return)-nya juga cukup bagus, jadi tidak harus lay-off, kita bisa melakukan realokasi resources seperti itu."
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas tenaga kerja di perusahaan milik negara meskipun ada pengurangan dalam jumlah perusahaan.
Informasi terkini menyebutkan beberapa BUMN yang akan digabung dalam proses konsolidasi meliputi Pelindo, Pelni, dan ASDP.
Hasil merger ini juga akan mencakup penyatuan KAI dengan INKA serta penggabungan PTPN dengan Perhutani.
Selain itu, tujuh BUMN Karya juga akan disederhanakan menjadi tiga, dengan penggabungan Waskita Karya Tbk dengan Hutama Karya!
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: