WHO Laporkan Peningkatan Aktivitas Influenza Global pada Musim Dingin 2025
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan peningkatan aktivitas influenza secara global sejak Oktober 2025, dengan virus influenza A, khususnya tipe H3N2, mendominasi peredaran saat musim dingin di belahan Bumi Utara.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa infeksi saluran pernapasan akut mengalami peningkatan yang signifikan, terutama di daerah-daerah dengan iklim berpendingin.
WHO memaparkan bahwa aktivitas influenza menunjukkan kenaikan di beberapa wilayah, sejalan dengan peralihan menuju musim dingin di belahan Bumi Utara. Meskipun tingkat aktivitas tersebut masih dalam batas yang diharapkan, ada beberapa daerah yang melaporkan peningkatan periodesasi lebih awal daripada biasanya.
Virus influenza A, khususnya tipe H3N2, menjadi penyebab dominan dari peningkatan ini. Negara-negara di belahan Bumi Utara memberikan laporan meningkatnya infeksi saluran pernapasan akut, di mana epidemi musiman influenza ditambah dengan virus lain seperti syncytial respiratori (RSV) berkontribusi pada peningkatan tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
WHO menyatakan bahwa berbagai aspek seperti waktu mulai, durasi, dan tingkat keparahan gelombang influenza sangat sulit diprediksi. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis virus yang beredar, kekebalan yang ditunjukkan oleh populasi, serta kondisi lingkungan.
Beberapa negara melaporkan bahwa mereka menghadapi awal musim flu yang lebih cepat dari biasanya, meskipun aktivitas penyakit di banyak wilayah belum mencapai ambang epidemi yang ditentukan.
Deteksi konsisten terhadap virus H3N2 telah meningkat di area beriklim sedang, sub-tropis, dan tropis sejak akhir September, menegaskan posisinya sebagai virus dominan saat ini. Dalam konteks ini, vaksin influenza menjadi sangat penting, terutama bagi individu yang berisiko tinggi terhadap komplikasi akibat influenza.
WHO menggarisbawahi bahwa meskipun strain virus yang beredar mungkin berbeda dari komposisi vaksin, vaksin influenza musiman tetap dapat memberikan tingkat perlindungan yang signifikan. Ini termasuk pencegahan terhadap infeksi yang lebih serius, di mana pemantauan dari WHO berfungsi untuk menyesuaikan strategi kesehatan publik dan program vaksinasi di seluruh dunia.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: