Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 11:05 WIB

Penyakit Autoimun di Indonesia: Angka, Penyebab, dan Penanganan

Author

Penyakit Autoimun di Indonesia: Angka, Penyebab, dan Penanganan

Data Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat, dengan lebih dari 100 jenis penyakit autoimun teridentifikasi.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Perempuan usia produktif memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit ini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Faktor Penyebab Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun dipicu oleh berbagai faktor, termasuk genetika, lingkungan, dan kondisi biologis individu. Faktor keturunan memegang peranan penting, di mana perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan autoimun lebih berisiko.

Kondisi lain seperti infeksi berkepanjangan, stres kronis, dan ketidakseimbangan hormon juga turut berkontribusi pada terjadinya gangguan ini. Paparan polusi dan bahan kimia, termasuk asap rokok, terbukti dapat meningkatkan peradangan dan risiko penyakit pada sistem imun.

Berbagai manifestasi penyakit autoimun tercatat dengan gejala umum seperti kelelahan berat dan nyeri sendi. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan gejala yang mungkin muncul pada individu.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Statistik dan Dampak Penyakit

Berdasarkan data Global Autoimmune Institute tahun 2024, sekitar 78 persen penderita autoimun adalah perempuan, dengan kelompok usia 15 hingga 44 tahun menjadi yang paling banyak terdiagnosis. Faktor biologis seperti kromosom X tambahan dan fluktuasi hormon estrogen diyakini berperan dalam fenomena ini.

Jika tidak diobati, penyakit autoimun dapat berakibat fatal, termasuk kerusakan organ permanen dan peningkatan risiko penyakit jantung. Selain itu, gangguan kehamilan seperti keguguran juga menjadi salah satu risiko yang mengintai.

Dampak psikologis juga sering dialami pasien, termasuk kecemasan dan depresi, yang dapat memperburuk kondisi fisik dan kualitas hidup mereka.

Penanganan dan Pengelolaan Penyakit Autoimun

Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan penyakit autoimun dapat disesuaikan dengan jenis penyakit, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Terapi utama meliputi pengaturan pola makan, obat antiinflamasi, dan imunoterapi.

Perubahan gaya hidup seperti tidur yang cukup, olahraga, dan manajemen stres juga sangat disarankan dalam pengelolaan penyakit ini. Dukungan psikologis dan edukasi keluarga berperan penting mengingat sifat penyakit yang kronis.

Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala berkepanjangan. Langkah deteksi dini dapat meningkatkan efektivitas penanganan dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU