Indonesia dan Rusia Jalin Kerja Sama Energi, Pasokan Minyak dan LPG Diharapkan Terjamin
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi hasil positif dari diskusi bilateral dengan Rusia mengenai pasokan energi. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto yang didampingi oleh beberapa menteri, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Dirjen Migas Laode Sulaeman menjelaskan bahwa Rusia menunjukkan komitmen untuk menyuplai minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Indonesia, yang diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional.
Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, menyampaikan bahwa saat ini tim di Rusia tengah menyiapkan teknis kerja sama. Ia menambahkan, 'Kita belum sampai ke volume. Tapi paling tidak Rusia mau kerja sama crude, BBM, LPG itu sudah bagus.'
Ia menjelaskan bahwa minyak mentah yang diterima nantinya akan diolah di kilang domestik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan kemandirian energi Indonesia. Selain itu, ada rencana untuk menjajaki pembangunan fasilitas penyimpanan energi di Karimun, Kepulauan Riau.
'Karimun itu kan penyimpanan internasional di sana. Dan di sana itu ada slot yang masih bisa dibangun storage,' jelasnya, menekankan bahwa proyek tersebut bukan sekadar skema sewa, melainkan pembentukan fasilitas baru.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu langsung dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev, menyoroti kelanjutan kesepakatan dalam kerja sama energi. Pertemuan ini bertujuan untuk menegaskan kejelasan pasokan minyak mentah dan LPG yang akan disuplai.
'Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,' ungkap Bahlil.
Kerja sama ini dilakukan dalam skema Government to Government (G2G) dan business to business (B2B) untuk menjamin ketersediaan cadangan energi nasional. Bahlil menegaskan pentingnya dukungan Rusia bagi ketahanan energi Indonesia.
Bahlil menekankan bahwa Indonesia terbuka untuk kolaborasi lebih luas dengan Rusia dalam konteks ketahanan energi nasional. 'Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,' ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemitraan dengan Rusia berpotensi menjadi opsi penting mengingat kapasitas produksi energi yang besar di negara tersebut. Hal ini dianggap vital mengingat dinamika global yang tidak menentu.
'Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah, Insya Allah bisa kita mendapatkan yang baik,' tutup Bahlil.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: