Menkeu Purbaya Tampilkan Stabilitas Ekonomi Indonesia di Hadapan Investor AS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan dengan investor potensial di New York dan Washington DC, Amerika Serikat untuk mendemonstrasikan kekuatan ekonomi Indonesia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya memaparkan kondisi dasar makro ekonomi serta strategi fiskal guna meyakinkan investor bahwa kebijakan yang berlaku telah berada pada jalur yang benar.
Dalam sesi pertemuan itu, Menkeu Purbaya menyatakan, "Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar."
Purbaya juga menjelaskan bahwa investor asal AS menunjukkan ketertarikan, tetapi mereka memerlukan kepastian terkait kenyamanan berinvestasi di Indonesia, dan menghapus keraguan yang ada.
"Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar," katanya.
Dia menekankan pentingnya komunikasi yang jelas untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Purbaya mengatakan bahwa penjelasan yang jelas mengenai kebijakan fiskal adalah hal yang krusial, terutama karena investor yang dihadapi merupakan individu terdidik yang menghargai informasi berbasis data.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
"Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi," ungkapnya.
Ia mencatat bahwa umpan balik positif dari para investor menunjukkan kepercayaan terhadap fondasi makro ekonomi Indonesia yang diyakininya sangat baik.
Hal ini merupakan langkah penting dalam menjaga hubungan baik antara pemerintah dan pelaku investasi internasional.
Ketika ditanya tentang strategi meyakinkan investor, Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus selaras dengan target yang ditetapkan dalam APBN.
"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: