Kategori Berita
Jumat, 13 MARET 2026 • 14:45 WIB

Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tantangan Imunisasi yang Harus Dihadapi

Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tantangan Imunisasi yang Harus DihadapiMeningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tantangan Imunisasi yang Harus Dihadapi

Kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan akibat keraguan masyarakat terhadap imunisasi. Penurunan cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor utama yang memicu wabah penyakit ini.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa cakupan vaksinasi harus mencapai lebih dari 95 persen untuk mencegah penularan campak. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa cakupan imunisasi di Indonesia sudah berada di angka yang jauh di bawah target tersebut.

Data Imunisasi di Indonesia

Sesuai data Kementerian Kesehatan, cakupan imunisasi di Indonesia pada tahun 2025 mencatat angka 68,6 persen per 14 Desember. Angka ini menurun drastis dari capaian tahun 2024 yang sebesar 87,7 persen.

Penurunan tersebut menunjukkan tantangan besar dalam mencapai target cakupan vaksinasi guna menghindari penyebaran campak. Dr. Piprim menegaskan, 'Campak itu, kan, cakupan [vaksinasinya] harus tinggi, harus di atas 95 persen dan itu pernah kita capai.'

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Daerah Rawan Kasus Campak

Dr. Piprim juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa daerah dengan cakupan imunisasi rendah yang berpotensi menjadi lokasi munculnya kasus campak. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatera Barat, Riau, serta beberapa daerah di Jawa Timur.

Ia menambahkan, 'Yang sepanjang pengetahuan saya itu ada daerah-daerah yang memang cakupan MR-nya rendah terus... Kita bayangkan ya. Jadi betul-betul ini sangat memprihatinkan.'

Pentingnya Vaksinasi

Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular, tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi. Dr. Piprim menjelaskan, 'Untuk sesuatu yang sebetulnya bisa dicegah, vaksinnya ada, buatan Biofarma dan gratis di puskesmas. Tapi masyarakat masih ragu-ragu untuk menggunakannya.'

Meningkatkan kesadaran akan manfaat vaksinasi merupakan langkah krusial untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi meningkatkan cakupan imunisasi dan melindungi anak-anak dari dampak buruk campak.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia: Tantangan Imunisasi yang Harus Dihadapi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!