Kategori Berita
Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 14:11 WIB

Indonesia Tegaskan Peran Dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Tanpa Operasi Militer

Indonesia Tegaskan Peran Dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Tanpa Operasi MiliterIndonesia Tegaskan Peran Dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Tanpa Operasi Militer

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengonfirmasi bahwa keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza tidak akan melibatkan operasi militer atau agenda demiliterisasi.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Sugiono menegaskan bahwa tugas Indonesia sebagai Deputy Commander ISF adalah menjaga perdamaian, terlepas dari konteks diplomatik dengan Israel.

Mandat ISF dan Posisi Indonesia

Dalam pernyataan di Washington DC pada Jumat (20/2/2026), Sugiono menjelaskan peran Indonesia dalam ISF, "Karena ini kan bukan kaitannya dengan pengakuan atau ada tidaknya hubungan diplomatik. Ini adalah pasukan yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi."

Sugiono menambahkan bahwa mandat ISF memberikan kesempatan kepada negara-negara peserta untuk mengatur batasan operasional masing-masing, yang disebut national caveat. Indonesia telah menjelaskan batasan tersebut secara jelas sebagai bagian dari komitmennya.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Batasan Tugas Indonesia

Menlu Sugiono menekankan, "National caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF, kalau kita tidak melakukan operasi militer, kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi."

Pernyataan ini menunjukkan komitmen Indonesia pada misi kemanusiaan. Sugiono menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil di kawasan tersebut menjadi prioritas utama dalam keterlibatan Indonesia.

Fokus pada Kemanusiaan

Sugiono menambahkan bahwa upaya pasukan perdamaian adalah untuk melindungi masyarakat sipil dari kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia berfokus pada misi kemanusiaan.

"Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana," jelasnya, menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan sipil adalah hal yang krusial dalam situasi krisis.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Indonesia Tegaskan Peran Dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Tanpa Operasi Militer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!