Empat Negara Resmi Bergabung dalam Aliansi Global untuk Standarisasi Label Halal
Empat negara telah resmi bergabung dalam inisiatif Global Halal Mark, yang diprakarsai oleh Saudi Halal Center. Inisiatif ini diharapkan dapat menyatukan label halal di seluruh dunia menjelang akhir tahun ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Abdulaziz Al-Rushodi, CEO Saudi Halal Center, menyatakan bahwa partisipasi negara dalam aliansi ini diprediksi akan meningkat hingga mencapai sepuluh negara. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran sejumlah program baru di Makkah Halal Forum.
Aliansi Global Halal Mark dibentuk setelah penandatanganan kesepakatan antara Saudi Halal Center, Indonesia, dan Thailand. Inisiatif ini bertujuan untuk mencapai standar tertinggi di sektor halal.
Di Makkah Halal Forum, Abdulaziz Al-Rushodi menegaskan pentingnya persatuan dalam label halal, mencatat bahwa, "Inisiatif ini bertujuan untuk menyatukan label Halal di seluruh dunia dan mencapai standar keandalan tertinggi di sektor tersebut." Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar dari aliansi untuk memperkuat eksistensi label halal secara global.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Sebagai langkah untuk mendukung sektor halal, Saudi Halal Center juga mengumumkan pendirian Halal Academy yang bekerja sama dengan Universitas Islam Madinah. Lembaga ini akan menjadi referensi ilmiah dalam pengembangan kompetensi ekosistem halal.
Dalam konteks tersebut, Abdulaziz menambahkan bahwa mereka merencanakan peluncuran inisiatif baru bernama Global Halal Hub. Sistem digital terintegrasi ini ditujukan untuk mempermudah proses sertifikasi halal dan prosedur perdagangan antar negara.
Pasar halal global diperkirakan akan mengalami perkembangan pesat, dengan nilai pasar mencapai sekitar US$ 7 triliun pada tahun 2025. Yousef Khalawi, Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, menyebut bahwa pasar halal dapat melampaui angka tersebut pada tahun 2030.
"Ukuran pasar halal diperkirakan akan mencapai US$ 10 triliun pada tahun 2030, di tengah percepatan pertumbuhan permintaan konsumen global dan perluasan investasi dalam rantai nilai yang terkait dengan industri halal," ungkap Yousef.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: