Bali United Alami Kembali Kekalahan di Kandang Sendiri kepada Persija Jakarta
Bali United kembali menelan kekalahan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, setelah dibekuk oleh Persija Jakarta dengan skor 0-1. Ini menambah catatan negatif bagi tim yang dikenal sebagai Serdadu Tridatu di panggung kandang.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengakui bahwa timnya mengalami kelengahan di awal pertandingan meskipun telah berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Ia menegaskan bahwa keberuntungan tidak berpihak kepada mereka dalam laga tersebut.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan bagi Bali United karena terjadi di hadapan suporter setia mereka. Sebelumnya, mereka juga mengalami kekalahan 1-3 dari Persebaya Surabaya pada awal bulan ini.
Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang dulunya dikenal dengan atmosfer magisnya, kini terlihat kehilangan daya tarik. Hasil buruk ini membuat Bali United terlempar ke peringkat 10 klasemen sementara Super League 2025/2026.
Dalam pertandingan melawan Persija, meskipun terdapat upaya dari pemain untuk menyamakan kedudukan, Bali United tidak dapat memanfaatkan peluang yang ada. Hal ini membuat Jansen merasa penting untuk mengevaluasi performa tim di masa depan.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dalam keterangannya usai pertandingan, Johnny Jansen mengekspresikan rasa kekecewaannya, menyatakan, "Kami lengah di menit-menit awal. Kami mencoba untuk menyamakan kedudukan namun gagal memaksimalkan peluang."
Meskipun hasil tersebut tidak sesuai harapan, Jansen tetap memberikan apresiasi terhadap usaha yang ditunjukkan oleh anak asuhnya hingga menit terakhir. Ia menambahkan, "Kami apresiasi perjuangan pemain sampai menit akhir. Meskipun hasil ini tidak sesuai dengan misi."
Komentar senada juga disampaikan oleh asisten pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson, yang menilai pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Ia menyatakan, "Pada akhirnya, dengan kesabaran kami, mendapat peluang dan mencetak gol."
Pertandingan Bali United melawan Persija Jakarta tidak hanya diwarnai aksi di lapangan, tetapi juga kericuhan di tribun penonton. Laga tersebut sempat terhenti sementara ketika suporter Bali United menyalakan flare dan kembang api.
Ketegangan di tribun menunjukkan besar ekspektasi dari suporter terhadap timnya. Hasil buruk ini merupakan kado pahit bagi Bali United yang baru saja merayakan ulang tahun ke-11.
Sebaliknya, kemenangan ini memperkuat posisi Persija di papan klasemen dengan 44 poin, meningkatkan tekanan bagi Bali United untuk segera bangkit.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: