Kategori Berita
Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:40 WIB

Gempa Bumi Mematikan di Turki: Runtuhnya Permukaan Bumi Sepanjang 300 Kilometer

Gempa Bumi Mematikan di Turki: Runtuhnya Permukaan Bumi Sepanjang 300 KilometerGempa Bumi Mematikan di Turki: Runtuhnya Permukaan Bumi Sepanjang 300 Kilometer

Turki baru saja dilanda gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,8 pada Februari 2023, yang meninggalkan dampak mendalam pada struktur geologi di wilayah tersebut.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Gempa ini terjadi tepat di perbatasan Turki dan Suriah, dengan retakan signifikan sepanjang 300 kilometer yang merupakan hasil dari pergerakan lempeng tektonik.

Dampak Gempa dan Retakan Bumi

Gempa bumi yang melanda Turki merupakan salah satu yang paling merusak dalam sejarahnya, dengan serangan bertubi-tubi dalam waktu dekat. Akibat pergerakan lempeng tektonik, permukaan bumi terbelah nyaris dalam sekejap.

Peneliti COMET, Milan Lazecky, mengungkapkan, "Kami memperkirakan kemungkinan perpindahan horizontal jarang hingga 5 meter [16 kaki]." Temuan ini didapat melalui analisis gambar satelit yang diamati sebelum dan sesudah kejadian.

Retakan pertama terdeteksi membentang 300 kilometer dari ujung timur laut Laut Mediterania, menegaskan besarnya energi yang dilepaskan oleh gempa ini. Hal ini berdampak langsung pada struktur geologis di area sekitarnya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Analisis Ilmiah Terhadap Kejadian

Para ilmuwan dari Pusat Pengamatan & Pemodelan Gempa Bumi, Gunung Berapi & Tektonik (COMET) Inggris menjelaskan bahwa retakan yang terjadi pasca gempa muncul akibat dua guncangan besar berturut-turut. Pimpinan Tim COMET, Profesor Tim Wright, menyatakan, "Pecahan seperti itu biasanya muncul setelah gempa kuat."

Retakan kedua, yang muncul selama kejadian gempa kedua sekitar sembilan jam setelah gempa pertama, meluas hingga 125 kilometer. Ini menunjukkan bahwa wilayah utara Siprus sangat rentan terhadap aktivitas seismik.

Profesor Wright menambahkan, "Makin besar gempanya, makin besar patahannya dan makin tergelincir," yang menjelaskan keterkaitan antara ukuran gempa dan dampak patahan tanah.

Dampak Sosial dan Kemanusiaan

Laporan menyatakan bahwa lebih dari 20.000 orang telah kehilangan nyawa akibat gempa, banyak di antaranya masih terjebak di bawah reruntuhan. Proses penyelamatan yang lambat, terutama di Suriah yang tengah dilanda konflik, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah ada.

Satelit yang dioperasikan oleh pemerintah dan perusahaan swasta mengalami kerusakan parah, menghambat upaya pemantauan dan mitigasi bencana yang lebih lanjut. Kejadian ini memperlihatkan tidak hanya dampak seismik, tetapi juga tantangan kemanusiaan yang harus dihadapi pemerintah dan lembaga internasional.

Bantuan darurat mendesak dari berbagai pihak diperlukan untuk menanggulangi situasi ini dan memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gempa Bumi Mematikan di Turki: Runtuhnya Permukaan Bumi Sepanjang 300 Kilometer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!