Keajaiban Langit Malam: Mengamati Meteor dan Supermoon Tanpa Teleskop
Langit malam menyimpan pesona yang dapat dinikmati tanpa alat khusus, menjadikan fenomena seperti meteor dan supermoon sangat dinanti oleh masyarakat.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Meteor yang berkilauan serta supermoon yang memukau menawarkan pengalaman luar biasa sekaligus kesempatan belajar tentang astronomi.
Meteor, yang umum dikenal sebagai bintang jatuh, merupakan partikel kecil dari komet atau asteroid yang memasuki atmosfer bumi.
Ketika partikel ini terbakar karena gesekan dengan atmosfer, ia menghasilkan cahaya yang menciptakan jejak terang di langit.
Di sisi lain, supermoon mengacu pada peristiwa saat bulan purnama muncul lebih dekat ke bumi dibandingkan dengan posisi biasanya.
Fenomena ini terjadi ketika bulan berada di titik terdekatnya dari bumi, membuat tampilan bulan terlihat lebih besar dan lebih terang.
Aktivitas meteor mencapai puncaknya pada peristiwa tertentu, seperti hujan meteor tahunan, di mana fenomena ini sangat dinanti.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Contohnya termasuk hujan meteor Perseid yang terjadi setiap bulan Agustus dan Geminid pada bulan Desember, menjadikannya waktu terbaik untuk menikmati keindahan meteor.
Untuk dapat melihat meteor dengan jelas, penting untuk memilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya, sehingga pemandangan akan lebih optimal.
Membentangkan matras atau berbaring di tempat yang nyaman sangat disarankan, terutama saat malam hari cerah dan bebas awan.
Supermoon terjadi beberapa kali dalam setahun, dan informasi mengenai tanggal-tanggal tersebut dapat ditemukan dalam kalender astronomi.
Pada saat supermoon, bulan diyakini terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan dengan bulan purnama biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: