Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 15:03 WIB

Tren Penurunan Kemiskinan di Indonesia Menuju Perbaikan Ekonomi

Tren Penurunan Kemiskinan di Indonesia Menuju Perbaikan EkonomiTren Penurunan Kemiskinan di Indonesia Menuju Perbaikan Ekonomi

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kemiskinan di Indonesia. Pada September 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 23,36 juta jiwa, menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Persentase penduduk miskin kini berada di angka 8,25 persen, berkurang 0,22 persen dibandingkan Maret 2025, dan 0,32 persen dibandingkan September 2024, memberikan gambaran optimis mengenai pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Tren Penurunan Kemiskinan

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan nasional mencapai 8,25 persen pada September 2025. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin saat itu berkurang dari 24,06 juta orang pada September 2024 menjadi 23,36 juta orang.

Penurunan ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan, dengan angka kemiskinan di perkotaan mencapai 6,60 persen dan di perdesaan 10,72 persen. Keadaan ini menunjukkan adanya progres dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Sebagian besar penurunan terjadi di wilayah perdesaan, di mana jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 0,40 juta orang, berbanding dengan penurunan sebesar 0,09 juta orang di perkotaan. Hal ini mengindikasikan keberhasilan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Pengaruh Ekonomi dan Faktor Penyebab

Amalia menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi pasca-pandemi menjadi faktor kunci dalam penurunan tingkat kemiskinan. Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun ada fluktuasi harga barang yang berpengaruh - terutama bahan bakar minyak - tren kemiskinan tetap menunjukkan penurunan.

Tingkat kemiskinan tertinggi selama periode tersebut tercatat pada Maret 2015 dengan jumlah penduduk miskin mencapai 28,59 juta orang. Kenaikan harga bahan bakar minyak pada waktu itu berkontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah penduduk miskin.

Dalam hal ini, Amalia menekankan pentingnya strategi kebijakan yang berkelanjutan untuk memastikan perbaikan yang lebih jauh dalam pengentasan kemiskinan.

Distribusi Penduduk Miskin di Indonesia

Laporan BPS juga mengindikasikan distribusi penduduk miskin yang bervariasi di berbagai pulau di Indonesia. Amalia menyebutkan bahwa Pulau Maluku dan Papua memiliki persentase penduduk miskin tertinggi, yaitu 18,22 persen, sementara Pulau Kalimantan mencatat persentase terendah sebesar 5,02 persen.

Namun, dalam hal jumlah, Jawa masih mendominasi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi mencapai 12,32 juta orang. Ini menunjukkan bahwa masih diperlukan perhatian lebih pada wilayah dengan angka kemiskinan di atas rata-rata untuk meningkatkan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.

Perhatian terhadap distribusi tersebut sangat penting dalam menciptakan kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan, agar setiap daerah dapat menikmati hasil dari pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tren Penurunan Kemiskinan di Indonesia Menuju Perbaikan Ekonomi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!