Proyeksi Perubahan Pasar Ponsel dan Pertumbuhan HP Lipat di Tahun 2026
Industri ponsel diperkirakan menghadapi perubahan signifikan pada tahun 2026, dengan tantangan harga komponen yang terus meningkat. Penurunan daya beli konsumen diperkirakan akan mempengaruhi minat terhadap ponsel konvensional.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Proyeksi pasar menunjukkan penurunan jumlah ponsel global mencapai 5%, sementara perangkat inovatif seperti ponsel lipat justru diprediksi meningkat tajam. Transformasi ini mencerminkan preferensi konsumen yang semakin beralih ke teknologi yang lebih maju.
Kelangkaan chip memori global telah mulai berimbas pada berbagai produk elektronik, termasuk ponsel. Analisis menunjukkan bahwa harga komponen yang terus meningkat dapat menyebabkan harga ritel ponsel melonjak hingga 20%.
Situasi ini berpotensi menekan daya beli konsumen, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang melanda banyak negara. Salah satu perusahaan riset, IDC, mencatat bahwa pengapalan ponsel non-lipat dapat turun sebesar 1,4% pada tahun 2026, mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh produk yang tidak berinovasi secara signifikan.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Di tengah stagnasi ponsel konvensional, HP lipat diharapkan mengalami pertumbuhan yang signifikan, diproyeksikan mencapai 29,7% pada tahun 2026. Laporan dari IDC menyatakan bahwa kemunculan produk baru, seperti iPhone lipat pertama dan Samsung Galaxy Z TriFold, akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan kategori ini.
Nabila Popal, direktur riset senior IDC, menyatakan bahwa perubahan ini menjadikan tahun 2026 sebagai tahun yang dinamis untuk kategori HP lipat. Peluncuran produk dari perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung dan Huawei diharapkan dapat menarik perhatian konsumen yang menginginkan inovasi terbaru.
Proyeksi menunjukkan bahwa sistem operasi Android akan mendominasi pasar HP lipat, dengan porsi pasar sebesar 61% pada tahun 2026. Selain itu, Apple diperkirakan akan menguasai 22%, sementara HarmonyOS Next diharapkan mengikuti dengan porsi 17%.
Francisco Jeronimo dari IDC menilai bahwa langkah Apple untuk masuk ke pasar HP lipat dapat meningkatkan minat konsumen. Dengan demikian, HP lipat diperkirakan tidak hanya akan menjadi produk niche, tetapi juga dapat menawarkan nilai tambah bagi semua vendor yang berpartisipasi dalam kategori ini.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: