Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 16:45 WIB

Perpanjangan Status Darurat Penanganan Sampah di Tangerang Selatan Hingga 2026

Perpanjangan Status Darurat Penanganan Sampah di Tangerang Selatan Hingga 2026Perpanjangan Status Darurat Penanganan Sampah di Tangerang Selatan Hingga 2026

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) resmi memperpanjang status darurat penanggulangan sampah selama dua tahun hingga 19 Januari 2026. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pengangkutan dan pembersihan sampah di wilayah tersebut.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, menjelaskan bahwa perpanjangan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kepatuhan masyarakat terhadap perilaku buang sampah yang benar.

Dampak Penanganan Sampah yang Belum Optimal

Perpanjangan status darurat ini kawasan Tangsel terjadi setelah evaluasi penanganan sampah fase pertama yang berakhir pada 5 Januari 2026. Hasil evaluasi menunjukkan masih adanya tumpukan sampah yang belum terselesaikan, sehingga diperlukan tindakan tambahan untuk menanggulangi permasalahan ini.

Essa Nugraha menyatakan bahwa selama masa perpanjangan, satuan tugas akan melakukan langkah intensif dalam pengangkutan sampah yang menumpuk di berbagai lokasi. Hal ini merupakan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan bahwa masalah sampah tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Pengalihan Pengiriman Sampah ke Cileungsi

Sebagai langkah penanganan sampah, Pemkot Tangsel juga mengambil keputusan strategis dengan mengalihkan pengiriman sampah ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Langkah ini diambil setelah munculnya protes dari warga terkait pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengonfirmasi bahwa sebanyak 200 ton sampah per hari akan dialihkan ke Cileungsi selama dua pekan ke depan. Ia menegaskan bahwa penghentian pengiriman ke Cilowong bersifat sementara dan Pemkot berkomitmen untuk terus melakukan pengelolaan sampah secara efektif.

Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Benyamin Davnie juga menekankan bahwa Pemkot Tangsel sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah. Ia berharap permasalahan ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan limbah agar tidak lagi bergantung pada kerjasama antar-daerah yang bersifat darurat.

Melalui evaluasi ini, Pemkot Tangsel berupaya untuk menciptakan kemandirian dalam pengelolaan limbah di masa depan. Komitmen ini diharapkan dapat mengurangi masalah serupa di kemudian hari serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perpanjangan Status Darurat Penanganan Sampah di Tangerang Selatan Hingga 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!