Manfaat Tindakan Memberi bagi Kesehatan Mental Menurut Para Ahli
Memberi memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar berbagi hadiah atau bantuan. Para pakar kesehatan menegaskan bahwa tindakan ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental individu.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Penelitian menunjukkan bahwa perilaku prososial, seperti memberikan waktu dan dukungan kepada orang lain, berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan psikologis. Dr. Leana Wen, seorang pakar kesehatan, menjelaskan bahwa memberikan dengan tulus dapat memicu pelepasan hormon yang menciptakan perasaan bahagia.
Dr. Leana Wen mengungkapkan bahwa penelitian dari psikologi, ilmu saraf, dan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa perilaku prososial seperti memberi waktu, uang, atau dukungan kepada orang lain berkaitan erat dengan manfaat kesejahteraan. Dengan memberi, zat kimia seperti dopamin dan oksitosin dilepaskan, yang berkontribusi pada perasaan bahagia.
Tindakan memberi menciptakan respons emosional yang positif, yakni mengurangi stres dan meningkatkan rasa aman. Secara fisiologis, kegiatan ini berhubungan dengan penurunan kadar kortisol, hormon yang berhubungan dengan perasaan tertekan dan cemas.
Stres yang sering dialami di kehidupan sehari-hari dapat berasal dari banyak sumber, termasuk tekanan pekerjaan dan tuntutan sosial. Dalam konteks ini, memberi dapat membantu individu mengalihkan perhatian dari beban pribadi kepada hubungan yang lebih bermakna.
Dukungan kepada orang lain dapat memberikan perspektif baru kepada individu yang sedang menghadapi masalah. Rasa empati yang muncul sebagai hasil dari memberi dapat mengurangi kecemasan dan ketegangan emosional yang dirasakan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Menurut beberapa pakar, kegiatan memberi juga dapat memberikan konsolasi bagi mereka yang merasa tertekan, dengan tiap tindakan kebaikan memberikan titik terang bagi kesehatan mental.
Tindakan memberi dapat meningkatkan makna dan tujuan dalam hidup seseorang. Ketika individu menyadari bahwa kehadiran mereka memberikan dampak positif pada orang lain, harga diri dan kepuasan hidup mereka dapat meningkat.
Siklus merasa 'dibutuhkan' dan 'berkontribusi' sangat mendukung kesehatan mental, terutama bagi mereka yang merasa kesepian atau kehilangan tujuan. Ini menjadi relevan terutama di saat-saat tertentu seperti musim liburan, di mana banyak orang merasa tertekan.
Dalam situasi ini, memberi bukan hanya sekadar tindakan kebaikan, tetapi menjadi cara untuk menjaga keseimbangan emosional dan menemukan makna dalam aktivitas sehari-hari.
Meskipun banyak manfaat yang diberikan, para pakar juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam tindakan memberi. Kelelahan emosional bisa jadi risiko dari memberi yang berlebihan atau dalam kondisi tertekan.
Oleh karena itu, memberi harus dilakukan dengan kesadaran diri mengenai batasan dan kemampuan pribadi. Tindakan kecil yang tulus dapat memiliki dampak besar tanpa harus melibatkan pengorbanan yang besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: