Kategori Berita
Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 15:55 WIB

Menghadapi Refleksi Tahun Baru: Psikologi di Balik Overthinking

Menghadapi Refleksi Tahun Baru: Psikologi di Balik OverthinkingMenghadapi Refleksi Tahun Baru: Psikologi di Balik Overthinking

Tahun baru seringkali menjadi waktu refleksi bagi banyak individu, mendorong mereka untuk merenungkan pencapaian dan aspirasi. Meskipun dapat membawa motivasi, perenungan ini dapat memicu fenomena overthinking yang merugikan.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Para psikolog mengungkapkan bahwa momen ini sering kali diliputi oleh tekanan sosial dan harapan yang tidak realistis, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan dalam diri individu.

Tahun Baru dan Harapan yang Tinggi

Menjelang tahun baru, banyak orang merasakan dorongan untuk membuat resolusi yang lebih ambisius dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sering kali menciptakan tekanan yang berdampak negatif, ketika harapan yang tinggi tidak sejalan dengan kenyataan.

Fenomena ini sering kali disebut sebagai 'perbandingan sosial' oleh para psikolog. Ketika individu melihat keberhasilan teman atau rekan kerja, muncul perasaan tidak puas yang mendorong overthinking.

Proses evaluasi diri ini dapat menjadi siklus yang membuat individu merasa tidak cukup, berulang kali merenungkan pencapaian atau ketidakberhasilan yang ia alami. Dampaknya, mereka terjebak dalam pikiran yang tidak konstruktif.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Refleksi Diri dan Keraguan yang Menghimpit

Waktu menjelang tahun baru juga mengundang banyak orang untuk melakukan refleksi diri. Perenungan ini sering kali tidak hanya mencakup pencapaian tetapi juga kegagalan yang dialami.

Berpikir berulang tentang hal-hal yang belum tercapai dapat mengakibatkan siklus pikiran negatif yang memicu keraguan diri. Dalam kondisi ini, setiap komentar atau feedback yang diterima dapat memperburuk situasi mental seseorang.

Proses ini dapat memicu pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu, membuat individu merasa terjebak dalam keraguan dan keputusasaan terhadap perkembangan pribadi mereka.

Strategi Mengelola Overthinking Menjelang Tahun Baru

Mengatasi overthinking dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih realistis dalam menetapkan resolusi tahunan. Sebaiknya, individu fokus pada satu atau dua tujuan yang dapat dicapai melalui langkah-langkah kecil.

Latihan mindfulness juga dianggap membantu untuk tetap hadir dalam momen saat ini, daripada terbawa ke dalam arus pikiran yang tidak produktif. Hal ini dapat menjadi teknik efektif untuk meredakan tekanan mental.

Berinteraksi dengan teman atau bergabung dalam kelompok dukungan dapat menjadi solusi tambahan untuk mengatasi kecemasan yang muncul menjelang tahun baru. Melalui diskusi, individu seringkali dapat merasa lebih ringan dan terhubung dengan pengalaman orang lain.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menghadapi Refleksi Tahun Baru: Psikologi di Balik Overthinking

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!