Kategori Berita
Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:19 WIB

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Berbeda: Tanpa Kembang Api untuk Menghormati Korban Bencana

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Berbeda: Tanpa Kembang Api untuk Menghormati Korban BencanaPerayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Berbeda: Tanpa Kembang Api untuk Menghormati Korban Bencana

Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta akan berlangsung dengan format yang berbeda, tanpa pertunjukan kembang api. Langkah ini diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana banjir bandang di sejumlah daerah.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa perayaan kali ini diharapkan lebih khidmat. Doa bersama akan menggantikan tradisi kembang api yang biasa dilakukan selama tahun baru.

Larangan Kembang Api dan Panggung Hiburan

Keputusan mengenai perayaan Tahun Baru tanpa kembang api diumumkan oleh Gubernur Pramono Anung dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta pada 22 Desember 2025. Ia menekankan, 'Tahun ini kami memilih tidak ada kembang api. Kita ingin menyambut tahun baru dengan doa bersama, karena musibah yang terjadi menyangkut kita semua.'

Sebagai bagian dari keputusan ini, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan surat edaran mengenai larangan penggunaan kembang api di seluruh kegiatan resmi. Larangan ini mencakup acara yang diadakan oleh pemerintah atau swasta di lokasi-lokasi seperti hotel dan pusat perbelanjaan.

Pramono juga meminta warga Jakarta untuk tidak menggunakan kembang api atau petasan. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap bencana yang terjadi di Sumatera dan daerah lainnya harus ditangkap dengan kepedulian kolektif dari masyarakat.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Konsep Perayaan Tanpa Kembang Api

Sebagai alternatif bencana kembang api, Pemprov DKI Jakarta telah merancang konsep perayaan yang meliputi doa bersama lintas agama. Selain itu, ada pertunjukan musik, video mapping, dan atraksi drone di beberapa lokasi strategis.

Bundaran Hotel Indonesia ditunjuk sebagai pusat perayaan, sementara lokasi lain yang terlibat antara lain Lapangan Banteng, Kota Tua, Jakarta International Stadium, dan Blok M. Video mapping juga akan menampilkan program-program unggulan pemerintah yang telah diterapkan sebelum tahun baru.

Gubernur Pramono percaya bahwa meskipun tidak ada pertunjukan kembang api, esensinya tetap dapat dirasakan. 'Tanpa kembang api, esensi menyambut tahun baru tidak akan berkurang,' ungkapnya.

Respons Masyarakat dan Penegakan Aturan

Meskipun pemerintah tidak dapat sepenuhnya membatasi individu yang ingin menyalakan kembang api, Gubernur mengimbau masyarakat untuk lebih memahami situasi bencana ini. Pendekatan persuasif diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sosial masyarakat.

Pramono juga menegaskan tidak akan ada razia terhadap pedagang kembang api menjelang Tahun Baru. Pendekatan ini diambil agar suasana perayaan tetap kondusif dan aman.

Melalui langkah-langkah ini, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya ingin menghormati para korban, tetapi juga mendorong masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan ikatan sosial yang positif.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Berbeda: Tanpa Kembang Api untuk Menghormati Korban Bencana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!