Pemerintah Aceh Izinkan Masuknya Bantuan Internasional untuk Korban Bencana
Pemerintah Provinsi Aceh mengumumkan bahwa bantuan internasional untuk korban bencana hidrometeorologi kini diperbolehkan untuk masuk ke wilayah tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA, setelah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan pada Senin (22/12/2025) bahwa bantuan internasional yang bersifat non-government to government untuk bencana Sumatera kini telah disetujui.
Muhammad menekankan pentingnya konfirmasi ini, mengingat bantuan yang masuk berupa barang dan logistik harus memenuhi aturan pelaporan dari instansi terkait kebencanaan seperti BNPB dan BPBA.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam pernyataan yang sama, Muhammad juga menambahkan bahwa program pemulihan akan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.
Ia menjelaskan bahwa tindakan pemulihan akan disusun berdasarkan Rencana Aksi Pemulihan Pasca Bencana (R3P) di bawah supervisi pemerintah pusat.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah melakukan kunjungan langsung ke daerah-daerah yang terdampak untuk mengambil langkah strategis dalam penanganan pemulihan pascabencana.
Dia mendorong semua pihak untuk bersatu dalam upaya mempercepat proses pemulihan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: