Dampak Besar Sampah Plastik bagi Ekosistem Laut di Indonesia
Sampah plastik kini menjadi momok besar bagi ekosistem laut di Indonesia, dengan dampak yang semakin terlihat jelas terhadap kehidupan laut dan kesehatan manusia.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Banyaknya limbah plastik yang masuk ke laut berpotensi menimbulkan kerusakan serius, mendorong inisiatif untuk mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan laut.
Sampah plastik yang berakhir di laut kebanyakan berasal dari daratan. Lima sungai besar di dunia, termasuk Sungai Citarum di Indonesia, menyumbang sejumlah besar sampah plastik ke lautan.
Diperkirakan, sekitar 8 juta ton sampah plastik dibuang ke laut setiap tahunnya, dan ini merupakan masalah global yang tidak dapat diabaikan, terutama untuk negara kepulauan seperti Indonesia.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Hidupan laut, dari plankton hingga mamalia besar, terancam oleh kehadiran plastik. Banyak hewan laut, seperti penyu dan burung pemangsa, sering mengira plastik sebagai makanan.
Ketika hewan-hewan ini mengkonsumsi plastik, mereka berisiko mengalami gangguan pencernaan bahkan kematian, yang dapat mengganggu rantai makanan dan mengancam spesies di ekosistem laut.
Sampah plastik tidak hanya berdampak pada hewan laut; manusia juga terkena imbasnya. Ikan dan makanan laut yang terkontaminasi mikroplastik berpotensi membawa dampak merugikan bagi kesehatan.
Makanan laut yang tercemar dapat menyebabkan berbagai penyakit dan meningkatkan risiko kesehatan seperti kanker. Kesadaran akan dampak ini kian penting seiring meningkatnya konsumsi seafood di masyarakat.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: