Mega-Merger GoTo dan Grab: Komitmen Terhadap Kesejahteraan Mitra Pengemudi
Kabar mengenai mega-merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan Grab Holdings Ltd semakin mendekati kenyataan, dengan GoTo menegaskan bahwa kesejahteraan mitra pengemudi merupakan prioritas utama yang tak bisa ditawar.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Sekretaris Perusahaan GoTo, RA Koesoemohadiani, menyatakan dukungan perusahaan terhadap program prioritas Pemerintah Indonesia walaupun belum ada informasi baru yang material untuk diumumkan.
Sinyal bahwa diskusi merger ini berada di tahap serius terlihat dari keterbukaan GoTo dalam berbagai diskusi yang mendukung kepentingan jangka panjang.
Koesoemohadiani menekankan bahwa GoTo akan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kepentingan nasional.
"Sebagai perusahaan Indonesia, Perseroan secara konsisten selalu mendukung prioritas Pemerintah dan akan terus melakukan hal tersebut," kata Koesoemohadiani.
Pernyataan ini menjadi indikasi bahwa GoTo siap menjalani proses merger dengan tingkat transparansi yang tinggi.
Rencana penggabungan super app ini telah menerima konfirmasi dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang mengungkapkan bahwa rencana tersebut telah dibahas sebelumnya.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
"Iya, rencananya memang begitu," ungkap Prasetyo, mengindikasikan dukungan dari pemerintah.
Prasetyo menjelaskan bahwa meskipun skema final merger masih dalam tahap penggodokan, keterlibatan BPI Danantara menunjukkan niat pemerintah untuk memastikan proses transisi berjalan dengan lancar.
"Kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi," imbuh Prasetyo, menyoroti peran penting mitra pengemudi dalam ekonomi nasional.
Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa penggabungan GoTo dan Grab bertujuan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan industri.
Ia membantah kekhawatiran publik mengenai potensi monopoli pasar, menekankan bahwa penggabungan ini akan menyokong perekonomian informal Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: