Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 12:01 WIB

Penangkapan Dewi Astutik: Buronan Narkoba Terbesar di Asia Tenggara

Penangkapan Dewi Astutik: Buronan Narkoba Terbesar di Asia TenggaraPenangkapan Dewi Astutik: Buronan Narkoba Terbesar di Asia Tenggara

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap Dewi Astutik, seorang buronan dalam kasus penyelundupan sabu senilai Rp 5 triliun, di Sihanoukville, Kamboja pada 1 Desember 2025.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dewi dikenal licin dalam melarikan diri dari pihak berwajib, berpindah-pindah negara dan mengubah penampilannya untuk menghindari penangkapan.

Tangkapan Penting: Penyelundupan 2 Ton Sabu

Dewi Astutik menarik perhatian setelah BNN mengungkap keterlibatannya dalam penyelundupan 2 ton sabu yang ditangkap di perairan Karimun, Kepulauan Riau.

Penangkapan empat warga negara Indonesia saat penyelundupan tersebut mengindikasikan keterlibatan Dewi dalam jaringan internasional, menurut informasi dari BNN.

Komjen Marthinus Hukom, mantan Kepala BNN, menjelaskan bahwa "Dewi Astutik memiliki keterkaitan dengan puncak jaringan dari keempat orang ini. Saya yakini ini adalah jaringan internasional di kawasan Asia Tenggara yang melibatkan jaringan Indonesia."

Sabu tersebut diangkut oleh Kapal MT Sea Dragon Tarawa, yang dikendalikan oleh Chancai, seorang buron kepolisian Thailand yang kini juga sudah ditetapkan sebagai DPO internasional.

Pergerakan Licin dan Penangkapan Dewi Astutik

Setelah ditetapkannya sebagai DPO, BNN melacak keberadaan Dewi yang akhirnya diketahui berada di Kamboja.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Berhasil melakukan kolaborasi dengan Interpol dan pihak berwenang Kamboja, BNN menangkap Dewi pada 1 Desember 2025.

Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi dalam menangkap Dewi. "Tentunya kesulitannya karena yang bersangkutan ini satu, dia adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara satu, ke negara lain," ujarnya.

Setelah penangkapannya, Dewi diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan pengawalan ketat dari pihak berwenang.

Kedok dan Peran Dewi dalam Jaringan Narkoba

Dewi Astutik dikenal sering mengubah penampilannya sebagai salah satu strategi untuk menghindari deteksi. Pengakuan dari tetangga dekatnya menunjukkan bahwa strategi ini memudahkan Dewi untuk meloloskan diri dari kejaran aparat.

Mbah Misiyem, tetangga Dewi, mengungkapkan, "Awalnya rambutnya pendek, tapi sering berubah-ubah." Mbah Misiyem juga menambahkan bahwa Dewi sempat menyatakan keinginan untuk bekerja di Kamboja setelah Lebaran 2023.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penangkapan Dewi Astutik: Buronan Narkoba Terbesar di Asia Tenggara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!