Kematian Pertama Akibat Infeksi Flu Burung H5N5 di Washington
Seorang warga di Washington dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi infeksi flu burung dari strain H5N5, yang belum pernah tercatat sebelumnya pada manusia. Kematian ini terjadi setelah pasien menjalani perawatan di rumah sakit untuk infeksi tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pasien yang meninggal dunia adalah seorang lansia dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan. Ia mengalami komplikasi serius terkait infeksi flu burung dengan perawatan intensif di rumah sakit sebelum meninggal.
Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menyatakan, 'Orang tersebut memelihara sekumpulan unggas campuran di halaman rumahnya,' yang menunjukkan kemungkinan besar sumber infeksi berasal dari hewan peliharaannya.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menjelaskan bahwa meskipun terdapat kasus kematian ini, risiko bagi masyarakat umum tetap dianggap rendah. CDC mencatat adanya penyebaran lebih luas flu burung pada mamalia sejak Januari 2022.
Sejak saat itu, CDC melaporkan sebanyak 70 kasus flu burung pada manusia di AS, termasuk satu kematian sebelumnya yang melibatkan seorang lansia dengan penyakit penyerta.
CDC merekomendasikan agar individu yang rutin berhubungan dekat dengan hewan menggunakan alat pelindung diri yang tepat. Petugas kesehatan juga menyarankan agar orang-orang yang menangani kotoran hewan selalu berhati-hati.
Mereka juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi flu, meski vaksin ini tidak langsung melindungi terhadap flu burung, namun bisa mengurangi risiko infeksi dari virus ganda.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: