Kategori Berita
Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 13:47 WIB

Prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di Surakarta

Prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di SurakartaProsesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di Surakarta

Prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV berlangsung di Keraton Kasunanan Surakarta pada Sabtu, 15 November 2025, dengan melibatkan masyarakat dalam kirab budaya yang dimeriahkan dengan pengamanan ketat.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Acara ini mencerminkan warisan budaya yang kaya dan melibatkan sejumlah institusi keamanan untuk menjaga kelancaran acara di tengah potensi konflik internal dalam keraton.

Prosesi Jumenengan dan Rute Kirab

Kirab budaya dalam perayaan jumenengan ini melintasi sejumlah jalan utama di Kota Solo, dimulai dari pintu utama Keraton Solo, Kamandungan, dan berlanjut menuju Sitinggil Alun-alun Utara.

Sejumlah kereta kencana telah dipersiapkan oleh para abdi dalem sejak pagi hari untuk menyemarakkan kirab, yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Pakubuwono.

Petugas keamanan dari TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan kegiatan tersebut hingga ke Jalan Yos Sudarso, sebelum rombongan kembali ke kawasan keraton setelah melewati berbagai jalur di Solo.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Pengamanan Ketat dalam Acara Jumenengan

Kapolresta Solo, Kombes Catur Cahyono Wibowo, menyampaikan bahwa ratusan personel telah disiapkan untuk mengamankan kirab tersebut. "Kami bantu disesuaikan dengan surat permintaan untuk perbantuan pengamanan," kata Catur.

Meski terjadi konflik internal mengenai dualisme klaim raja, Catur menegaskan bahwa pengamanan akan tetap dilakukan dengan prosedur yang sama seperti kegiatan masyarakat lainnya.

Pengguna jalan juga diimbau untuk menghindari rute yang dilalui kirab guna mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas, dan sosialisasi mengenai jalur yang digunakan akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan.

Konflik Intern dan Relevansi Acara

Acara ini berlangsung dalam konteks konflik internal, di mana Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi mengklaim tahta sebagai raja Surakarta yang baru.

Kedua putra kandung Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (PB XIII) memiliki ambisi yang sama untuk menjadi Pakubuwono XIV, meski terdapat ketegangan di dalam keraton.

Meskipun demikian, diharapkan prosesi ini tetap berjalan dengan lancar dan dapat merayakan warisan budaya yang telah ada, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan momen penting dalam sejarah Keraton Surakarta.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di Surakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!