Kategori Berita
Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 10:17 WIB

Komet 3I/ATLAS: Fenomena Angkasa yang Memikat dan Misterius

Komet 3I ATLAS: Fenomena Angkasa yang Memikat dan MisteriusKomet 3I/ATLAS: Fenomena Angkasa yang Memikat dan Misterius

Komet 3I/ATLAS kembali menarik perhatian pengamat langit dengan penampakan hijau cemerlang yang seolah menyembunyikan ekornya. Meskipun terlihat dramatis, para ilmuwan menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari fenomena ini.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Citra terbaru dari Lowell Observatory memperlihatkan keunikan komet yang hanya tercatat tiga kali di Tata Surya, memberikan peluang bagi astronom untuk mempelajari materi unik yang dibawa oleh objek antarbintang ini.

Asal Usul dan Penampakan Komet

Komet 3I/ATLAS merupakan komet antarbintang yang baru-baru ini mencuri perhatian berkat penampilannya yang menawan. Peneliti Qicheng Zhang berhasil menangkap citra baru komet ini saat ia melesat menjauhi Matahari pada tanggal 5 November.

Komet ini sebelumnya bersembunyi di balik Matahari dan mencapai titik terdekat dengan Matahari pada tanggal 29 Oktober. Proses mendekatnya komet ke Matahari membuat warna hijau cemerlang muncul akibat pembentukan koma yang terjadi akibat perlakuan panas dari Matahari.

Koma terbentuk ketika es dan material dari inti komet menyublim menjadi gas. Warna hijau yang terlihat disebabkan oleh partikel karbon diatomik, di mana Zhang menggunakan filter khusus untuk mendeteksi cahaya yang dipancarkan oleh karbon diatomik tersebut.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Misteri Ekor Komet

Dalam penampakan terbaru, ekor debu komet tampak 'menghilang'. Namun, Zhang menjelaskan bahwa ekor tersebut sebenarnya masih ada dan dapat terlihat dengan pengamatan lebih dekat.

Pendar yang asimetris ini terjadi karena posisi pandangan kita terhadap ekor yang hampir berhadapan langsung. Ekor yang sedikit melengkung ke kiri membuatnya tidak terlihat jelas, tetapi hal ini tidak mengindikasikan adanya masalah pada komet.

Zhang menegaskan bahwa tidak adanya ekor yang jelas bukanlah hal yang patut dikhawatirkan, dan fenomena ini menunjukkan kompleksitas dalam observasi komet.

Komet Bukan Pesawat Alien

Komet 3I/ATLAS telah menjadi primadona dalam observasi astronomi. Para astronom memastikan bahwa ini adalah komet biasa yang berasal dari sistem bintang lain.

Meskipun tidak biasa, 3I/ATLAS tercatat sebagai pendatang antarbintang ketiga, serta berpotensi menjadi komet tertua yang pernah disaksikan dengan studi awal menunjukkan usianya bisa sekitar 3 miliar tahun lebih tua dari Tata Surya.

Ada kekhawatiran bahwa radiasi antariksa berkepanjangan dapat membuat komet ini memiliki kerak tebal. Jika material yang dikeluarkan merupakan hasil radiasi, proses penentuan asal usulnya akan menjadi lebih rumit.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Komet 3I/ATLAS: Fenomena Angkasa yang Memikat dan Misterius

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!