Studi Baru Mengungkap Banyak Planet Mini-Neptunus di Luar Tata Surya
Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa terdapat banyak planet kecil mirip Neptunus di luar tata surya yang berpotensi menjadi objek studi menarik bagi ilmuwan.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Planet-planet ini, dikenal sebagai mini-Neptunus, memiliki atmosfer tebal yang sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium, dengan jumlah yang diperkirakan melimpah di galaksi ini.
Planet di luar tata surya, yang dikenal sebagai eksoplanet, telah menjadi subjek penelitian intensif seiring dengan meningkatnya kemampuan teknologi teleskop.
Dengan jarak yang sangat jauh, sinyal keberadaan eksoplanet ini biasanya terdeteksi secara tidak langsung, seperti dengan mengamati kilatan cahaya saat planet melintas di depan bintangnya.
Para ilmuwan menggunakan metode kreatif untuk menafsirkan keberadaan planet tersebut, termasuk mempelajari molekul di atmosfer mereka melalui analisis cahaya.
Proses ini membantu ilmuwan memahami karakteristik atmosfer dan massa planet melalui efek gravitasi planet terhadap bintang induknya.
Penelitian menunjukkan bahwa mini-Neptunus memiliki suhu tinggi dan atmosfer berat, dengan kemungkinan lautan magma cair pada permukaannya.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Edwin Kite, asisten profesor di Universitas Chicago, menjelaskan bahwa kondisi ini pernah ada pada Bumi dan memperkirakan bahwa lautan magma yang terdapat di planet tersebut mungkin mencapai langit.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Eliza Kempton meneliti planet GJ 1214 b, yang termasuk dalam kategori mini-Neptunus, dan menemukan bahwa atmosfernya mungkin mengandung molekul yang lebih besar dari hidrogen dan helium.
Hal ini menunjukkan bahwa atmosfernya mungkin lebih berat dari yang diperkirakan.
Meskipun ada banyak mini-Neptunus, kondisi atmosfer dan permukaan planet tersebut membuatnya tidak mungkin untuk dihuni oleh manusia.
Kempton menyatakan bahwa atmosfer yang tebal memberikan tekanan luar biasa pada permukaan planet, yang membuatnya tidak layak untuk kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: