Memahami Long COVID: Gejala, Dampak, dan Upaya Penanganannya
Long COVID, istilah yang semakin dikenal di masyarakat, merujuk pada serangkaian gejala yang dapat bertahan setelah seseorang terinfeksi virus corona.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Kondisi ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, karena mempengaruhi individu dengan berbagai tingkat keparahan selama infeksi.
Long COVID adalah terminologi untuk menggambarkan gejala yang terus muncul setelah pemulihan dari infeksi COVID-19. Fenomena ini terjadi pada individu yang terinfeksi virus SARS-CoV-2, meskipun mereka tidak mengalami gejala berat selama infeksi.
Gejala yang terkait dengan Long COVID bervariasi, mulai dari kelelahan berkepanjangan, kesulitan bernapas hingga gangguan kognitif. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Long COVID didefinisikan sebagai gejala yang bertahan lebih dari 12 minggu pasca infeksi COVID-19.
Dampak Long COVID dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan individu di berbagai aspek. Penelitian menunjukkan adanya gangguan di sistem pernapasan, kardiovaskular, dan neurologis pada pasien yang telah sembuh dari COVID-19.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Salah satu gejala yang paling umum dilaporkan adalah kelelahan kronis. Kondisi ini tidak hanya membatasi aktivitas fisik tetapi juga mempengaruhi kognisi, termasuk konsentrasi dan daya ingat.
Lebih lanjut, beberapa individu dengan Long COVID mengalami depresi dan kecemasan, yang menunjukkan perlunya dukungan mental bagi mereka dalam proses pemulihan.
Penanganan Long COVID memerlukan pendekatan multimodal yang melibatkan berbagai disiplin. Dokter spesialis, psikolog, dan fisioterapis perlu berkolaborasi untuk merancang rencana perawatan yang komprehensif untuk pasien.
Terapis menerapkan beberapa metode, termasuk rehabilitasi fisik untuk meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh. Terapis perilaku kognitif juga dapat membantu pasien mengatasi masalah mental yang timbul akibat kondisi ini.
Komunikasi terbuka antara pasien dan tim medis sangat penting untuk menyesuaikan penanganan dengan perkembangan gejala dan kebutuhan individual.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: