Ilustrasi Akita, anjing paling setia asal Jepang. (Freepik)
KAMI INDONESIA – Hewan peliharaan memiliki peran penting dalam kehidupan banyak orang, tidak hanya sebagai teman tetapi juga sebagai bagian dari keluarga.
Namun, pemilik hewan peliharaan perlu memahami bahwa mereka juga dapat dianggap sebagai sumber penularan penyakit bagi hewan yang mereka pelihara.
Beberapa penyakit yang umumnya dikenal dapat menular dari manusia ke hewan peliharaan termasuk COVID-19, flu, dan beberapa infeksi pernapasan lainnya.
Covid-19 menunjukkan pola penularan yang unik antara manusia dan hewan peliharaan, di mana kucing misalnya menunjukkan kerentanan lebih tinggi dibandingkan anjing.
Studi menunjukkan bahwa kucing memiliki kemiripan reseptor sel yang memungkinkan virus ini menginfeksi mereka, menjadikan mereka lebih rentan.
Sementara anjing, meskipun memiliki risiko lebih rendah, tetap tidak sepenuhnya kebal terhadap penularan virus yang sama.
Musim panas dan kemarau membawa risiko kesehatan bagi hewan peliharaan, termasuk dehidrasi dan infeksi kulit.
Suhu yang tinggi juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, terutama pada ras-ras tertentu yang memiliki ciri fisik khusus.
Pemilik hewan peliharaan disarankan untuk menjaga jarak dari hewan mereka ketika mengalami gejala penyakit, khususnya penyakit pernapasan.
Penting untuk memelihara kebersihan lingkungan dan memastikan hewan tidak terpapar penyakit, terutama selama musim-musim dengan risiko tinggi.
Memahami dan memperhatikan kesehatan diri adalah langkah pertama untuk melindungi hewan peliharaan dari potensi penularan penyakit.
Dengan upaya pencegahan yang tepat, risiko penularan dapat diminimalkan, sehingga menjaga kesehatan kedua belah pihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: