Pakistan vs India (Foto: Istimewa)
KAMI INDONESIA – Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memanas setelah India menangguhkan Perjanjian Perairan Indus, yang telah memfasilitasi pembagian sumber daya air di antara kedua negara sejak 1960.
Langkah ini diambil setelah serangan bom mematikan di Kashmir yang menewaskan 26 turis, menjadi titik pemicu konflik yang lebih dalam antara dua negara dengan kekuatan nuklir.
Serangan tersebut membawa dampak serius, memicu berbagai reaksional dari kedua belah pihak serta meningkatkan ketegangan politik yang telah ada selama puluhan tahun.
Dengan masing-masing negara memiliki sejarah panjang pertikaian, langkah India untuk memutus aliran air kepada Pakistan dipandang sebagai eskalasi yang berbahaya.
Menurut laporan, India telah memblokir aliran air di Bendungan Baglihar yang terletak di Sungai Chenab. Selain itu, ada rencana untuk melakukan langkah serupa pada Bendungan Kishanganga di Sungai Jhelum, wilayah yang juga menjadi bagian dari konflik.
Tindakan ini dianggap oleh sebagian kalangan sebagai langkah agresif yang berpotensi memicu reaksi besar dari Pakistan.
Para pejabat India menegaskan bahwa keputusan untuk menghentikan aliran air tersebut adalah langkah defensif yang perlu diambil menyusul serangan yang telah memprovokasi seluruh negara.
Namun, hal ini juga menimbulkan risiko dan tantangan baru dalam hubungan bilateral yang sudah retak dan dipenuhi ketegangan.
Dalam menghadapi tindakan India, Pakistan tidak tinggal diam. Duta Besar Pakistan untuk Rusia, Muhammad Khalid Jamali, secara tegas menyatakan bahwa setiap upaya untuk mengalihkan atau menghentikan aliran air akan dipandang sebagai tindakan perang.
Dalam konteks ini, Pakistan mengancam akan menggunakan ‘kekuatan penuh’, termasuk senjata nuklirnya, jika India melanjutkan kebijakan ini.
Pernyataan ini menyoroti ketegangan yang menyelimuti kedua negara, di mana masing-masing memiliki hampir 200 hulu ledak nuklir.
Ancaman tersebut menciptakan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya konflik bersenjata yang melibatkan senjata pemusnah massal, sebuah skenario yang sangat ditakuti di kalangan masyarakat internasional.
Dalam konteks ketegangan ini, risiko terjadinya perang nuklir menjadi bahan diskusi utama. Ketidakpastian tentang mana yang lebih kuat, antara arsenal nuklir India atau Pakistan, semakin menambah kompleksitas situasi.
Masing-masing negara memiliki pendekatan berbeda terhadap kekuatan nuklir, dengan India berfokus pada pencegahan agresi eksternal, sedangkan Pakistan mendasari doktrinnya pada keamanan terhadap dominasi militer India.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: