Kiper Muda Maarten Paes Menjadi Bintang dalam Debutnya Bersama Ajax Amsterdam
Debut Maarten Paes sebagai kiper Ajax Amsterdam mendapatkan pujian dari pelatih interim, Fred Grim, meskipun hasil pertandingan berakhir imbang melawan NEC Nijmegen.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Performa solid Maarten yang mengemas tujuh penyelamatan penting menjadikannya sorotan utama dalam pertandingan yang berlangsung pada 21 Februari 2026 tersebut.
Maarten Paes diberi kesempatan untuk debut sebagai kiper utama Ajax Amsterdam menyusul cedera yang menimpa Vitezslav Jaros, kiper inti tim.
Walaupun Ajax bermain imbang 1-1 di markas sendiri, aksi luar biasa Paes di bawah mistar sukses menarik perhatian banyak pihak.
Fred Grim, sebagai pelatih interim, menegaskan bahwa penampilan Maarten mencerminkan kapasitasnya sebagai penjaga gawang. 'Jika Anda membuat pilihan ini, Anda tidak melakukannya hanya untuk satu pertandingan,' ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Maarten sejalan dengan rencana jangka panjang tim, di mana Grim merasa puas akan kemampuan yang ditunjukkan oleh kiper asal Indonesia tersebut.
Setelah penampilan impresifnya, Maarten Paes mengungkapkan kebanggaannya dapat bermain untuk klub sebesar Ajax Amsterdam.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Meskipun mendapatkan hasil imbang adalah sedikit kekecewaan, dia tetap optimis untuk masa depan tim, 'Ini adalah pencapaian yang luar biasa untuk melakukan debut saya di klub yang begitu hebat', ujarnya.
Maarten juga menyadari pentingnya meraih hasil positif demi peluang lolos ke Liga Champions. 'Kami akan memberikan segalanya untuk itu dalam periode mendatang,' ungkapnya.
Tekadnya untuk memperbaiki performa dan meningkatkan peluang tim jelas terlihat tatkala dia menegaskan komitmennya dalam setiap pertandingan yang akan datang.
Pelatih Ajax Amsterdam, Fred Grim, menjelaskan bahwa keputusan untuk menurunkan Maarten dalam laga tersebut adalah langkah yang diperhitungkan dengan matang.
Pengalaman yang diperoleh Maarten selama berseragam FC Dallas dinilai cukup untuk membekalinya, meskipun ia jarang mendapatkan kesempatan bermain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: