Azan Pertama di Old Trafford: Sebuah Langkah Menuju Inklusivitas di Dunia Sepak Bola
Azan pertama kalinya menggema di Old Trafford, markas Manchester United, yang dipimpin oleh qari Ibrahim Idris. Acara ini juga diiringi dengan kegiatan buka puasa yang diadakan oleh Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC).
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Momentum bersejarah ini menandai komitmen klub dalam mempromosikan nilai-nilai keragaman dan inklusivitas di lingkungan sepak bola, terutama bagi komunitas Muslim di Inggris.
Old Trafford, yang menjadi lokasi ikonik bagi ribuan penggemar sepak bola, menyaksikan momen bersejarah saat azan pertama kali dikumandangkan. Ibrahim Idris, dengan suaranya yang merdu, memimpin pembacaan azan di tribun barat stadion.
Kehadiran Ibrahim dan momen pengumandangan azan ini menunjukkan komitmen Manchester United dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi seluruh pendukung. Menurut postingan resmi MUMSC, 'Kami percaya bahwa setiap orang berhak merasa diterima di komunitas ini.' Melalui seremonial ini, klub ingin mempertegas posisi mereka dalam mendukung keragaman dan penerimaan.
Acara buka puasa yang diadakan bersamaan dengan azan juga merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sukses tahun lalu. Kegiatan ini merefleksikan semangat komunitas Muslim di Inggris untuk mempromosikan nilai-nilai positif melalui kegiatan sosial yang bernuansa religius.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ibrahim Idris, seorang qari yang memiliki talenta luar biasa, memulai proses mendalami Al-Quran pada usia 12 tahun. Meskipun sempat terjun ke dunia sepak bola, ia tetap mengedepankan hafalan Al-Qurannya yang penuh semangat.
Untuk memperdalam pengetahuan agamanya, Ibrahim mengenyam pendidikan di sebuah asrama yang fokus pada studi agama. Di luar keahliannya di bidang keagamaan, Ibrahim juga aktif berkiprah dalam dunia usaha dengan mendirikan Ibi Idris Academy, yang ditujukan untuk pendidikan anak-anak.
Dedikasi Ibrahim terlihat jelas tidak hanya dalam terhadap agamanya, tetapi juga dalam upaya menciptakan peluang pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Melalui lembaga yang didirikannya, ia berusaha membentuk masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak.
Sebagai seorang qari aktif, Ibrahim dikenal tidak hanya melalui karyanya dalam bidang agama, tetapi juga sebagai kreator konten di media sosial. Ia sering mengunggah bacaan Al-Quran di platform seperti TikTok, YouTube, dan Spotify.
Salah satu unggahannya yang mencuri perhatian ditampilkan pada Desember 2023, di mana ia membagikan pengalaman dan menunjukkan transisi ke konten berbasis penyampaian Al-Quran tanpa mengiringinya dengan musik. Dalam video tersebut, ia juga menyertakan lagu 'Waqafa Al Telfo' oleh Ahmed Bukhatir, yang semakin menarik perhatian penonton.
Dengan kehadirannya di platform media sosial, Ibrahim menggunakan cara yang inovatif untuk mempromosikan ajaran Islam. Setiap segmen edukatif yang diunggahnya tidak hanya dapat menyentuh hati pengikutnya, tetapi juga menjangkau individu dari beragam latar belakang.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: