Kamis, 12 MARET 2026 • 11:10 WIB

Prabowo Kritik Ketidakselarasan Aturan Audit BUMN dan Anak Perusahaan

Author

Prabowo Kritik Ketidakselarasan Aturan Audit BUMN dan Anak Perusahaan

Presiden Prabowo Subianto mengekspresikan keterkejutannya mengenai ketentuan yang memungkinkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diaudit oleh negara, sementara anak dan cucu perusahaannya tidak perlu melalui proses yang sama.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Pernyataan ini diungkapkan di acara HUT pertama Danantara yang berlangsung di Jakarta Selatan, di mana ia menegaskan pentingnya meninjau ulang ketentuan tersebut.

Sejarah dan Tujuan Awal BUMN

Prabowo Subianto menjelaskan bahwa BUMN didirikan dengan tujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan strategis bangsa setelah Indonesia merdeka. Sebagai contoh, pemerintah mendirikan Patal Senayan untuk memenuhi kebutuhan sektor tekstil ketika masih minim di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa dalam konteks kebutuhan pendidikan yang mendesak, pemerintah juga mendirikan pabrik kertas. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

"Tidak punya obat waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma," ungkap Prabowo, menandakan fokus awal yang kuat pada sektor kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan bangsa.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Penyimpangan dalam Struktur Perusahaan

Menurut Prabowo, perkembangan BUMN saat ini tidak selalu sejalan dengan niat awal pendirian institusi tersebut. Ia mengkritik kompleksitas struktur perusahaan yang muncul saat banyaknya anak dan cucu perusahaan.

Sebagai contoh, Prabowo mengungkapkan bahwa Pertamina memiliki lebih dari 200 anak dan cucu perusahaan, yang menurutnya seharusnya menarik perhatian. "Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan," katanya.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan tentang apakah ada efisiensi dalam pengelolaan sumber daya di dalam BUMN yang seharusnya lebih fokus pada tujuan dasar yang telah ditetapkan.

Aturan Audit yang Kontroversial

Prabowo juga mencermati adanya peraturan yang tampak tidak konsisten. Ia mempertanyakan mengapa hanya BUMN yang diizinkan untuk diaudit oleh negara, sementara anak-anak perusahaan tidak mengalami hal yang sama. "Peraturan dari mana ini?" tanyanya.

Ia berargumen bahwa adanya batasan ini menciptakan celah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak semestinya, sehingga perlu segera ditinjau ulang.

Prabowo menekankan pentingnya memiliki satu manajemen yang konsolidatif dan rasional dalam pengelolaan BUMN. "Konsolidasi, satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300%. Ini masih jauh dari sasaran kita," tegasnya, mencerminkan optimisme di tengah tantangan.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU