Batuk kering yang semakin parah saat malam hari dapat mengganggu kualitas tidur seseorang. Mengetahui penyebab dan solusi dari masalah ini sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Banyak orang mengalami batuk kering di malam hari, terutama ketika cuaca dingin atau kondisi udara kering. Mari kita simak beberapa faktor penyebab beserta solusi yang tersedia.
Penyebab Batuk Kering di Malam Hari
Salah satu penyebab umum batuk kering yang memburuk di malam hari adalah udara kering. Ketika suhu turun, kelembaban udara berkurang, sehingga tenggorokan menjadi mudah iritasi.
Alergi juga dapat menjadi pemicu. Debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan bisa menyebabkan reaksi tubuh yang berupa batuk.
Kondisi gastroesophageal reflux disease (GERD) juga sering menjadi penyebab gangguan tidur. Saat berbaring, asam lambung bisa naik dan menyebabkan iritasi pada tenggorokan.
Infeksi saluran pernapasan pun berpotensi melanjutkan batuk kering saat malam hari. Gejala flu atau pilek yang tidak sepenuhnya hilang dapat berkontribusi terhadap masalah ini.
Obat dan Perawatan yang Tersedia
Untuk meredakan batuk kering, menggunakan humidifier adalah salah satu cara yang efektif. Alat ini membantu mempertahankan kelembaban udara sehingga dapat meredakan tenggorokan.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Obat batuk yang dijual bebas, seperti yang mengandung dekstrometorfan, dapat bermanfaat untuk menekan batuk kering. Ini adalah alternatif yang dapat dipertimbangkan.
Minuman hangat, seperti teh herbal atau air hangat yang dicampur lemon dan madu, juga dapat memberikan kenyamanan. Selain meredakan tenggorokan, minuman hangat memberikan efek menenangkan.
Namun, jika batuk kering berlangsung lebih dari seminggu atau disertai gejala serius lainnya, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Segera hubungi dokter jika batuk kering disertai gejala seperti mengi, sesak napas, atau nyeri dada. Ini mungkin merupakan tanda adanya kondisi medis yang lebih serius.
Demam tinggi atau batuk berdarah juga memerlukan perhatian medis segera. Gejala ini perlu ditangani secara khusus tanpa diabaikan.
Perubahan pola batuk, misalnya dari batuk kering menjadi batuk basah dengan produksi dahak, juga memerlukan konsultasi medis. Pemeriksaan lebih lanjut penting untuk menentukan penyebab.
Dokter akan membantu menentukan langkah perawatan yang tepat sekaligus melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi masalah di dalam saluran pernapasan.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: