Selasa, 03 MARET 2026 • 19:36 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Kesempatan Langka untuk Menyaksikan Keajaiban Alam di NTB

Author

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Kesempatan Langka untuk Menyaksikan Keajaiban Alam di NTB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa gerhana bulan total yang akan terjadi pada 3 Maret 2026 dapat disaksikan langsung di Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena langka ini diharapkan bisa menjadi peluang menarik bagi masyarakat untuk mengabadikan keindahan langit.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Pengamat dari Stasiun Geofisika Mataram, Daffa Andhika Pramadhana, menjelaskan bahwa keindahan gerhana ini akan terlihat jelas di saat Bulan baru terbit. Ia menuturkan, 'Posisi gerhana masih cukup rendah di ufuk timur, sehingga momen itu terlihat sangat cantik untuk didokumentasikan.'

Detail Gerhana Bulan Total

Daffa menjelaskan bahwa fase gerhana bulan akan dimulai pukul 19.04 WITA, dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 19.34 WITA dan berakhir pada pukul 20.22 WITA. Dengan rincian waktu yang jelas, penggemar astronomi memiliki kesempatan untuk merencanakan pengamatan dengan baik.

Gerhana bulan total ini, menurut Almanak 2026 dari BMKG, akan melintasi berbagai kawasan, termasuk Amerika, Australia, dan Asia. Hal ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan fenomena ini di belahan dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Keunikan Gerhana Bulan

Salah satu keunikan dari gerhana bulan adalah perubahan warna yang terjadi selama fase total. Daffa menjelaskan, 'Warna merah yang muncul saat fase total terjadi akibat atmosfer bumi membiaskan spektrum cahaya merah Matahari ke permukaan Bulan.'

Proses ini mirip dengan fenomena saat matahari terbenam, menciptakan nuansa langit yang eksotis. Keunikan visual inilah yang membuat banyak fotografer langit dan pengamat alam ingin menangkap momen berharga ini.

Kesempatan Langka dan Tantangan Cuaca

Gerhana bulan total tidak terjadi setiap tahun; fenomena ini biasanya muncul sekali hingga tiga tahun sekali, tergantung pada posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari. 'Sudah beberapa kali fenomena ini terjadi sejak 2021 di Indonesia,' ujar Daffa, menunjukkan bahwa negara ini memiliki peluang bagus untuk menyaksikan keindahan tersebut.

Namun, BMKG memprediksikan kemungkinan cuaca berawan di NTB pada malam gerhana. 'Masyarakat kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk melihat gerhana bulan total secara langsung,' ungkap Daffa, menambahkan catatan penting bagi mereka yang ingin mengamati fenomena langit ini.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU