Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 13:45 WIB

Dua Tersangka Penganiayaan di Jakarta Barat Ditangkap Usai Insiden Kebisingan

Author

Dua Tersangka Penganiayaan di Jakarta Barat Ditangkap Usai Insiden Kebisingan

Dua pelaku penganiayaan yang bernama Dodo Siagian dan Nasio Siagian kini ditahan oleh pihak kepolisian setelah menyerang tetangga mereka di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Insiden tersebut terjadi setelah adanya teguran terkait kebisingan dari suara drum, yang menyebabkan ketegangan antara kedua belah pihak.

Kronologi Kejadian Penganiayaan

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 7 Februari 2026, ketika seorang pria bernama Darwin (32) merasa terganggu dan mengingatkan pelaku mengenai kebisingan yang ditimbulkan oleh suara drum.

Pantauan lokasi menunjukkan keributan berlangsung di depan rumah pelaku yang terletak di area permukiman padat.

Menurut keterangan Darwin, teguran yang disampaikan kepada pelaku justru berujung pada serangan fisik, 'Pokoknya saya dipukulin, dicekik, dikatain secara verbal juga sama mereka (pelaku),' ujarnya.

Tindakan Polisi dan Proses Hukum

Setelah kejadian tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan serta mengumpulkan alat bukti terkait tindak kekerasan yang terjadi.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menegaskan bahwa, 'Kemarin kan sudah gelar perkara, sekarang dua-duanya sudah ditahan.'

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP yang berbunyi tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun enam bulan penjara.

Pihak kepolisian juga berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk proses pelimpahan berkas perkara yang akan datang.

Dampak Kejadian dan Reaksi Masyarakat

Kejadian ini berhasil menarik perhatian masyarakat, terutama terkait pengelolaan kebisingan di lingkungan permukiman yang kianpadat dan rawan konflik.

Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh bapak dan anak tersebut menunjukkan potensi konflik yang berkepanjangan dan dapat dengan mudah berujung kepada tindak kekerasan.

Lebih lanjut, istri Darwin juga menjadi korban dalam insiden ini dan mengklaim telah ditabrak oleh kendaraan pelaku, 'Pas cekcok saya dorong (anaknya), bapaknya datang dari samping, istri saya di belakang saya, dari samping pakai mobil bapaknya tabrak istri saya sampai jatuh,' jelas Darwin.

Peristiwa ini memberikan pelajaran penting mengenai komunikasi yang baik untuk mencegah konflik yang berpotensi mengarah pada aksi kekerasan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU