Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 14:20 WIB

Menteri Keuangan Ambil Sikap Tegas Terhadap Alumni LPDP yang Menghina Indonesia

Author

Menteri Keuangan Ambil Sikap Tegas Terhadap Alumni LPDP yang Menghina Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas setelah seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) viral karena menghina Indonesia. Purbaya memastikan akan menutup akses karier alumni tersebut di seluruh instansi pemerintahan.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta Pusat, Purbaya menegaskan, 'Nanti saya akan blacklist dia. Di seluruh (instansi) pemerintahan tidak akan bisa masuk.' Selain itu, ia meminta alumni tersebut untuk mengembalikan biaya beasiswa beserta bunganya.

Langkah Tegas Purbaya terhadap Alumni LPDP

Purbaya Yudhi Sadewa tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap alumni LPDP yang merusak citra negara. Merujuk pada tindakan mereka yang viral di media sosial, Purbaya menyatakan akan melakukan blacklist agar alumni tersebut tidak dapat berkarier di instansi pemerintahan mana pun.

Ia menjelaskan, tindakan ini diambil sebagai langkah untuk menegakkan etika di antara penerima beasiswa. Anggaran LPDP, yang berasal dari dana pajak dan pembiayaan utang, dibutuhkan untuk dikelola dengan bijak oleh mereka yang telah menerima bantuan.

Purbaya berharap langkah ini dapat mendorong penerima LPDP untuk lebih menjaga citra dan etika, serta memberikan penghormatan kepada negara. Dengan kata lain, pemerintah berkomitmen untuk menjaga norma dan nilai yang dihargai dalam masyarakat.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Viralnya Video Alumni dan Reaksi Publik

Viralnya video yang diunggah oleh seorang perempuan bernama DS melalui akun Instagram @sasetyaningtyas telah memicu reaksi luas di publik. Dalam video tersebut, ia menampilkan dokumen penting yang menyatakan bahwa anaknya telah resmi menjadi warga negara Inggris.

Dalam konteks tersebut, DS menyatakan harapannya agar anak-anaknya memiliki kewarganegaraan asing. Ia mengatakan, 'I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu.'

Pernyataan ini menimbulkan perdebatan terkait identitas nasional dan pandangan masyarakat tentang kewarganegaraan. Publik pun memberikan tanggapan beragam mengenai hal ini, menunjukkan keprihatinan terhadap nilai-nilai nasionalisme.

Pentingnya Etika dalam Penerimaan Beasiswa

Purbaya menekankan pentingnya menjaga etika di antara penerima LPDP yang seharusnya menunjukkan rasa hormat kepada negara. Ia menyatakan, 'Dengan treatment yang fair, saya harapkan ke depan teman-teman yang dapat pinjaman LPDP... Jangan menghina negara lah. Jangan begitu.'

Kebijakan yang diambil oleh Purbaya menunjukkan ketegasan pemerintah dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan citra negara dan etika publik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran di kalangan penerima beasiswa untuk menghargai kesempatan yang diberikan.

Pentingnya sikap etis dalam penerimaan beasiswa akan menjadi landasan bagi penerima untuk tidak hanya mengambil manfaat dari program, tetapi juga memberikan kontribusi bagi negara. Ini menjadi pemicu bagi penerima untuk lebih bertanggung jawab di masa depan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU