Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 14:45 WIB

Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional: Tindakan Kolektif untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Indonesia

Author

Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional: Tindakan Kolektif untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Indonesia

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tahun mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif di Indonesia. Peringatan ini tidak hanya menjadi momen introspeksi, tetapi juga dorongan untuk tindakan konkret dalam menangani isu sampah yang masih krusial.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Tragedi TPA Leuwigajah yang terjadi pada 21 Februari 2005, dimana lebih dari 157 jiwa melayang, menjadi salah satu pengingat pahit terhadap potensi risiko akibat pengelolaan sampah yang buruk. Dengan latar belakang tersebut, HPSN diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap urgensi pengelolaan sampah yang lebih baik di seluruh daerah.

Refleksi Tragedi TPA Leuwigajah dan Dampaknya

Tragedi TPA Leuwigajah pada 2005 menunjukkan dampak serius dari pengelolaan sampah yang tidak memadai. Peristiwa ini mendorong pemerintah untuk merumuskan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang bertujuan memperbaiki tata kelola sampah secara sistematis.

Meskipun regulasi ini telah ada, penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) masih kurang optimal di banyak daerah. Kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan terus memperburuk masalah tata kelola sampah, sehingga mempengaruhi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Peringatan HPSN 2026 di Tangerang Selatan

Peringatan HPSN 2026 diselenggarakan di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan, dihadiri oleh berbagai komunitas dan organisasi. Tema acara, ‘Cukup Tangsel yang Darurat, Indonesia Harus Segera Bebas Sampah!’ mencerminkan urgensi tindakan kolektif untuk menanggulangi masalah pengelolaan sampah.

Partisipasi aktif dari ratusan peserta, termasuk komunitas peduli lingkungan dan media, menegaskan komitmen untuk mendorong perubahan positif dalam pengelolaan sampah. Upacara ini menjadi platform untuk mempersatukan visi dan misi dalam mencapai pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Peran Masyarakat dan Inovasi dalam Pengelolaan Sampah

Keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hadohoan Satyalen Simaremare dari FORPASI menyatakan, 'Perlunya alokasi minimal 2 persen dari APBD untuk sektor persampahan guna mendukung inisiatif berbasis komunitas.'

Inovasi juga menjadi bagian penting dalam peningkatan pengelolaan sampah. Sugeng Waluyo dari Yayasan Upakara Bioenzim Nusantara menjelaskan manfaat eco enzyme sebagai desinfektan, yang berperan dalam memperbaiki kondisi lingkungan di area yang terdampak pencemaran.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU