PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa sebanyak 1.583.635 tiket Angkutan Lebaran 2026 telah terjual hingga 21 Februari 2026. Tiket tersebut diperuntukkan untuk periode keberangkatan pada rentang waktu 11 Maret hingga 1 April 2026.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Data Penjualan Tiket dan Rekomendasi Perjalanan
Menurut informasi yang disampaikan oleh VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, penjualan tiket tertinggi terjadi pada 23 Maret 2026 dengan jumlah 114.113 pelanggan. Tanggal 24 Maret mencatat angka penjualan sebanyak 112.758 pelanggan, sedangkan 19 Maret menyusul dengan 104.808 pelanggan.
Melihat tingginya minat penjualan tiket, Anne mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar dapat mendapatkan jadwal yang sesuai. Untuk menarik lebih banyak pelanggan, terdapat insentif tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.
Anne menyarankan agar pelanggan mempertimbangkan alternatif keberangkatan atau menggunakan skema connecting train jika tanggal keberangkatan sudah mulai padat. Langkah ini diharapkan dapat membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan terencana.
Minat Perjalanan dan Rute Populer
KAI mencatat bahwa minat perjalanan terbesar sementara ini tertuju pada relasi jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatra. Rute-rute ini menjadi favorit bagi masyarakat saat merencanakan perjalanan mudik.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Sepuluh kereta api dengan jumlah pelanggan terbanyak hingga 21 Februari 2026 menunjukkan tren dominasi tertentu, dengan KA Airlangga memperoleh 60.325 pelanggan. Diikuti oleh KA Serayu yang mencatat 49.365 pelanggan.
Rute lainnya yang juga populer mencakup KA Bengawan, KA Sri Tanjung, dan KA Kahuripan, masing-masing dengan penjualan yang signifikan, menandakan tingginya permintaan perjalanan kereta api saat Lebaran.
Tanggapan dari KAI dan Pengelolaan Layanan
KAI secara aktiv memantau perkembangan penjualan tiket dan terus meningkatkan layanan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. “Kami berkomitmen untuk membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman dan efisien,” ujar Anne Purba.
Dalam upayanya ini, KAI berpotensi untuk menambah jumlah perjalanan untuk relasi tertentu yang menunjukkan tingkat okupansi yang tinggi. Penambahan tersebut bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan secara optimal.
Dengan langkah ini, KAI berharap dapat mengurangi kepadatan yang mungkin terjadi selama periode mudik Lebaran, sehingga perjalanan dapat berlangsung lancar tanpa kendala.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: