Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi pecahnya Perang Dunia III akibat penggunaan senjata nuklir.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini diungkapkan setelah pertemuannya dengan sejumlah pemimpin dunia di World Economic Forum (WEF) di Davos, menegaskan urgensi isu ini pada skala global.
Kekhawatiran Global Terhadap Konflik Dunia
Pada taklimat resmi di Sentul, Bogor, yang berlangsung pada Senin tanggal 2 Februari 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa isu pecahnya perang global menjadi perhatian serius di antara pemimpin dunia.
Pertemuan di Davos dihadiri oleh banyak kepala negara yang secara jelas tercermin dalam kegelisahan mereka mengenai kondisi keamanan internasional.
Presiden Prabowo menyebut, "Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia ke III," yang menandakan bahwa situasi ini patut diperhatikan oleh seluruh negara.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dampak Potensial bagi Indonesia
Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo menjabarkan berbagai kemungkinan dampak yang akan dialami Indonesia jika terjadi perang nuklir, meskipun Indonesia tidak terlibat secara langsung.
Beberapa dampak yang dikhawatirkan, antara lain, kontaminasi ikan sebagai akibat dari hujan partikel radioaktif dan ancaman terjadinya 'nuclear winter' yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia menyampaikan bahwa, "Mungkin ikan-ikan kita akan terkontaminasi semua, akan terjadi nuclear winter, karena debu menutup matahari," yang menggambarkan ancaman serius yang dapat dihadapi masyarakat.
Prinsip Diplomasi Indonesia di Tengah Ancaman
Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip luar negeri bebas aktif sebagai respon terhadap ancaman yang ada.
Ia menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk tidak terjebak dalam aliansi militer dan untuk menjalankan politik luar negeri yang independen.
Dirinya menyatakan, "Kita tidak akan mengikut pakta militer manapun," yang mencerminkan tekad Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas nasional.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: