Media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, memengaruhi berbagai aspek interaksi sosial dan cara individu menilai diri mereka sendiri.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Fenomena ini memunculkan kekhawatiran mengenai dampak kesehatan mental dan bagaimana individu membentuk identitas di era digital.
Pengaruh Media Sosial terhadap Persepsi Diri
Menurut survei terbaru, sekitar 90% pengguna media sosial mengaku merasa tertekan ketika melihat pencapaian orang lain.
Hal ini menunjukkan bahwa scrolling melalui feed dapat menciptakan rasa tidak puas dan perbandingan sosial yang tidak sehat.
Banyak pengguna, khususnya generasi muda, sering kali membandingkan diri dengan standar yang ditampilkan di platform seperti Instagram dan Facebook.
Foto-foto sempurna dan pencapaian menakjubkan tersebut dapat membuat seseorang merasa kurang berharga di mata orang lain.
Norma Sosial dan Harapan di Era Digital
Media sosial membentuk norma sosial baru yang berpengaruh pada cara individu menilai diri mereka sendiri.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Ketika banyak pengguna berusaha meraih pengakuan melalui likes dan komentar, ini menjadikan hal tersebut sebagai patokan kinerja sosial yang baru.
Keterhubungan yang intens di media sosial juga menimbulkan tekanan bagi pengguna untuk selalu menunjukkan versi terbaik dari diri mereka.
Selanjutnya, pola pikir ini dapat memunculkan ketidakpuasan dan masalah kesehatan mental akibat ketergantungan pada validasi eksternal.
Strategi untuk Menilai Diri Secara Positif
Berbagai ahli merekomendasikan agar pengguna membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial demi mengurangi perasaan negatif.
Mengalihkan fokus kepada aktivitas yang tidak berhubungan dengan media sosial, seperti berolahraga atau melakukan hobi, dapat membantu membangun rasa percaya diri tanpa pengaruh luar.
Sadar akan fakta bahwa banyak konten di media sosial adalah hasil kurasi dapat mengurangi kecemasan akibat perbandingan sosial.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, individu diharapkan mampu membangun identitas diri yang lebih positif dan produktif.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: