Jumat, 30 JANUARI 2026 • 17:55 WIB

Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah: Kajian Astronomis Global

Author

Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah: Kajian Astronomis Global

Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini dilakukan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang merujuk pada perhitungan astronomi internasional.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, menjelaskan bahwa prinsip KHGT bertujuan untuk menciptakan keseragaman dalam penanggalan waktu di seluruh dunia. Hal ini menegaskan bahwa waktu seharusnya dilihat sebagai satu kesatuan global.

Dasar Penetapan Kalender Hijriah Global Tunggal

Muhammadiyah merumuskan penetapan awal Ramadan dengan prinsip 'one day, one date globally'. Rahmadi Wibowo menekankan pentingnya keseragaman waktu bagi efektivitas penetapan tanggal.

Ia mengungkapkan bahwa, 'Jika bumi dibagi ke dalam zona-zona, maka tidak mungkin ada keseragaman tanggal. Bisa saja satu wilayah sudah masuk tanggal baru, sementara wilayah lain belum.'

Dengan penerapan KHGT, anggota Majelis Tarjih menunjukkan bahwa sistem kalender Hijriah dalam jangka panjang sebaiknya dibangun berdasarkan perhitungan astronomis atau hisab. Rukyah, meskipun penting, tidak cukup untuk menciptakan konsistensi dalam sistem kalender global.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Kriteria Penetapan Awal Bulan Hijriah

Penetapan awal bulan Hijriah dilakukan berdasarkan kriteria astronomis tertentu. Dalam hal ini, elongasi bulan minimal 8 derajat dan ketinggian hilal harus mencapai minimal 5 derajat saat matahari terbenam menjadi syarat utama.

Apabila kriteria tersebut tidak terpenuhi, Majelis Tarjih akan menggunakan parameter alternatif. Ijtimak atau konjungsi bulan yang terjadi di Selandia Baru sebelum fajar adalah salah satu indikator utama.

Selanjutnya, pada waktu yang bersamaan, harus ada kriteria elongasi dan ketinggian hilal yang terpenuhi di daratan Amerika, sebagai penutup siklus global 24 jam.

Proses Hisab dan Penetapan 1 Ramadan

Berdasarkan hisab yang dilakukan, konjungsi bulan teramati pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12.01 GMT. Sebelum tengah malam GMT, tidak ada wilayah yang memenuhi kriteria utama, sehingga Majelis Tarjih beralih ke parameter lanjutan.

Di Selandia Baru, ijtimak terjadi sebelum fajar, sedangkan di Bethel, Alaska, elongasi bulan telah melampaui kriteria. Syarat-syarat ini mendukung penetapan awal Ramadan pada 18 Februari 2026.

Rahmadi menekankan bahwa dalam sistem KHGT, posisi hilal di Indonesia tidak menjadi faktor penentu. 'Jika masih memakai wujudul hilal lokal, Indonesia akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi karena kita menggunakan KHGT, maka hasil hisab di Alaska itu ditransfer secara global,' jelasnya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU