Kecanduan judi online menjadi permasalahan serius yang melanda banyak individu di Indonesia, dengan dampak yang mendalam bagi mereka dan keluarganya. Salah satu korban, Erwin, bertahan selama delapan tahun dalam jeratan ini dan mengungkapkan upayanya untuk pulih dalam dua tahun terakhir.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dalam sebuah acara yang diadakan di Jakarta, Erwin berbagi cara pandangnya mengenai tantangan yang dihadapi dalam berhenti berjudi. Ia menggarisbawahi pentingnya sikap ikhlas untuk keluar dari praktik yang sering dianggap menguntungkan ini.
Dampak Psikologis Kecanduan Judi Online
Kecanduan judi online, atau lebih dikenal sebagai 'judol', telah menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi banyak individu. Korban sering kali merasa terperangkap dalam siklus kekalahan yang tidak kunjung berhenti.
Erwin mengungkapkan, "Saya jujur 2-3 tahun terakhir susah untuk berhenti itu karena masih ada ambisi untuk mengembalikan kekalahan ini." Hal ini menunjukkan betapa besar tekanan mental yang dialami oleh mereka yang terperosok dalam kecanduan ini.
Kondisi psikologis yang terus memburuk sering kali membuat individu semakin sulit untuk melepaskan diri dari kebiasaan buruk tersebut, mendorong mereka untuk terus berjudi dengan harapan dapat memulihkan kerugian.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Peran Keluarga dalam Proses Pemulihan
Mengatasi kecanduan judi online membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga. Dea Rachman, Plt Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pemulihan individu.
Dia menyampaikan, "Jangan tambahkan lagi dengan stres, melainkan berikan pengertian." Pendekatan yang empatik dianggap lebih efektif dibandingkan dengan memberikan kritik yang dapat menambah beban psikologis korban.
Keluarga yang menunjukkan dukungan dan pengertian dapat membantu korban merasa lebih terdorong untuk berjuang keluar dari kecanduan, menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi proses pemulihan.
Inisiatif Kampanye Edukasi dan Kesadaran
Dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang bahaya judi online, Gopay meluncurkan kampanye bertajuk 'Judi Pasti Rugi'. Dalam delapan bulan terakhir, kampanye ini telah menjangkau 66 kota di Indonesia.
Kelvin Timotius, Head of Gopay, menjelaskan, "Kami mendorong edukasi mengenai risiko judi online melalui pengalaman nyata yang dibagikan oleh para korban." Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai dampak negatif dari perjudian online.
Kelvin lebih lanjut menegaskan bahwa, "Sebenarnya ya, cara yang paling bagus adalah berhenti." Ini menggambarkan pentingnya keberanian individu untuk mengambil langkah tegas dalam keluar dari jeratan judi yang merusak.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: