Pedagang daging sapi diperkirakan akan melanjutkan aktivitas penjualannya setelah terjalin dialog konstruktif antara pelaku usaha dan pemerintah. Langkah ini diambil untuk mengatasi mogok jual yang terjadi di berbagai pasar sebagai dampak lonjakan harga sapi hidup.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Dewan Perwakilan Pelaku Usaha, melalui Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi, mengusulkan penguncian harga sapi hidup di posisi Rp55.000. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi beban pedagang dan menjaga stabilitas harga menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Dialog Antara Pelaku Usaha dan Kementerian
Ketua Umum JAPPDI, Asnawi, menegaskan pentingnya adanya dialog antara pedagang dan pihak kementerian terkait. "Jadi Pak Agung sama saya dekat, sudah lama kenal, kenal dekat lah, sebagai Dirjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan). Jadi kita bicara lah," ungkapnya.
Usulan penguncian harga sapi hidup ini dianggap sebagai solusi untuk mencegah lonjakan biaya yang mendadak. Para pelaku usaha berharap bahwa dengan harga yang tetap, mereka bisa lebih mudah menghitung struktur biaya operasional harian.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Pengaruh Harga terhadap Perdagangan
Asnawi menyatakan, "Kalau dari pembicaraan yang udah saya lakukan, pihak dari pihak kementerian sepakat untuk mengunci." Hal ini menunjukkan bahwa para pedagang tidak perlu lagi menghadapi lonjakan harga secara tiba-tiba di pasar.
Rincian biaya operasional memperlihatkan bahwa harga di tingkat jagal sudah sangat mendekati batas yang dapat diterima. Setiap kenaikan kecil di hulu akan langsung mempengaruhi biaya di tingkat eceran, sehingga penetapan harga tetap menjadi hal yang penting.
Koordinasi antara Berbagai Pihak
Asnawi menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memastikan bahwa kebijakan penguncian harga dijalankan dengan konsisten. "Jadi ini sekarang mau rapat nih, abis ashar, langsung rapat lagi dengan pihak kementerian, feedlot, dan para importir," ujarnya.
Keputusan akhir mengenai penguncian harga direncanakan akan diumumkan setelah rapat sore ini. Kebijakan ini diharapkan menjadi kunci dalam menjaga kestabilan pasar terutama menjelang periode konsumsi yang tinggi.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: