Kamis, 22 JANUARI 2026 • 18:56 WIB

Peringatan Dini Terhadap Storm Surge di Perairan Selatan Bali

Author

Peringatan Dini Terhadap Storm Surge di Perairan Selatan Bali

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan akan potensi tinggi terjadinya storm surge di perairan selatan Bali. Peringatan ini terkait dengan pergerakan badai tropis 91S yang mendekati Pulau Sumba.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Erma Yulihastin dari BRIN menganjurkan penghentian sementara aktivitas nelayan dan pelayaran di daerah tersebut demi menjaga keselamatan masyarakat. "Potensi tinggi terjadi storm surge di selatan Bali! dan untuk diperhatikan agar dihentikan dulu aktivitas nelayan dan berlayar," ujarnya.

Potensi Storm Surge di Selat Bali

Badai tropis 91S saat ini bergerak ke timur, mendekati Pulau Sumba, yang dapat menimbulkan dampak storm surge di wilayah pesisir selatan Indonesia. Ini termasuk wilayah Bali dan Lombok, yang dapat berisiko tinggi akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut.

Erma Yulihastin menjelaskan bahwa storm surge dapat menyebabkan dampak signifikan bagi aktivitas perairan dan keselamatan masyarakat. Ia menekankan perlunya langkah proaktif untuk melindungi nelayan dan pelaku sektor maritim.

Penghentian aktivitas di perairan ini dinilai memang krusial untuk mitigasi risiko yang mungkin terjadi, mengingat potensi dampak meluas ke wilayah pesisir Bali, Lombok, dan Sumba.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Prediksi Melalui Sistem Kamajaya BRIN

Prediksi terkait badai ini dihasilkan melalui sistem Kamajaya yang dibangun oleh BRIN. Erma menyatakan bahwa prediksi tersebut dilakukan sejak dua bulan lalu dengan peringatan "waspada the next Senyar".

Sistem Kamajaya dirancang untuk memberikan informasi cuaca yang andal, sehingga masyarakat mampu mempersiapkan diri menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. Ketersediaan informasi yang akurat menjadi kunci untuk mitigasi bencana.

Peringatan yang disampaikan oleh BRIN merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Berdasarkan informasi dari Erma, masyarakat di wilayah pesisir selatan diimbau untuk tetap waspada. Menghentikan aktivitas laut hingga situasi membaik dianggap sebagai langkah yang sangat penting untuk menjaga keselamatan.

Kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk otoritas lokal dan nelayan, mutlak diperlukan dalam merespons kondisi ini. Penyampaian informasi yang cepat dan akurat bisa meminimalisir risiko terhadap jiwa dan harta benda.

Dalam upaya mitigasi bencana, masyarakat disarankan untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi agar bisa menjaga keselamatan secara kolektif.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU