Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:55 WIB

Studi Menemukan 40 Persen Anak Menghabiskan Waktu Lama di Gawai, Dominasi di Kalangan Anak Perempuan

Author

Studi Menemukan 40 Persen Anak Menghabiskan Waktu Lama di Gawai, Dominasi di Kalangan Anak Perempuan

Sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga Save the Children Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan bahwa hampir 40 persen anak usia sekolah menengah pertama menghabiskan waktu antara tiga hingga enam jam per hari di depan gawai.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Temuan ini juga menyoroti bahwa anak perempuan lebih banyak menggunakan perangkat digital dibandingkan dengan anak laki-laki.

Pola Penggunaan Gawai di Kalangan Anak-anak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak penggunaan gawai oleh anak-anak terjadi pada pukul 18.00 hingga 21.00. Waktu tersebut sering dimanfaatkan anak untuk mengakses media sosial dan konten digital lainnya.

Bahkan di sekolah-sekolah yang melarang penggunaan telepon seluler, banyak anak masih berupaya untuk mengakses gawai pada jam pelajaran. Ini menunjukkan bahwa dunia digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka.

Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dampak Kesehatan Mental dan Literasi Digital

Meskipun terdapat peningkatan literasi digital di kalangan anak-anak, hal ini tidak selalu berdampak positif terhadap kesejahteraan mental mereka. Studi menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk kondisi kesehatan mental anak.

Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia, menjelaskan bahwa meskipun anak-anak menyadari adanya risiko di dunia digital, seperti penipuan dan perundungan siber, mereka sering kali tidak tahu bagaimana cara bereaksi dengan aman.

Penekanan pada Perlindungan Anak dan Keamanan Digital

Dalam menghadapi tantangan ini, Save the Children Indonesia menekankan pentingnya pendekatan perlindungan anak yang komprehensif. Ini termasuk peningkatan keterampilan digital anak dan dukungan kesehatan mental.

Dessy menambahkan, 'Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat, dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman.'

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU