Rabu, 14 JANUARI 2026 • 13:07 WIB

Dampak Cuaca Ekstrem di Kudus: Ribuan Warga Terdampak Banjir Meluas

Author

Dampak Cuaca Ekstrem di Kudus: Ribuan Warga Terdampak Banjir Meluas

Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah menyebabkan banjir yang merenggut perhatian serius dari berbagai pihak. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, sebanyak 48.193 jiwa telah terdampak akibat kondisi ini, yang melibatkan 15.237 Kepala Keluarga di enam kecamatan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyatakan bahwa banjir mulai melanda 25 desa di enam kecamatan sejak hari Senin (12/1/2026). Fenomena ini tidak hanya berpotensi meningkatkan jumlah pengungsi, tetapi juga menimbulkan dampak jangka panjang bagi infrastruktur daerah.

Wilayah yang Terkena Dampak Banjir

Sebanyak 25 desa di Kabupaten Kudus mengalami banjir, dengan Kecamatan Mejobo menjadi wilayah terluas yang terdampak. Kepala BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, merinci bahwa 10 desa terendam di Kecamatan Mejobo, diikuti oleh lima desa di Kecamatan Jekulo, empat desa di Kecamatan Jati, tiga desa di Kaliwungu, dua desa di Undaan, dan satu desa di Bae.

Peningkatan debit air yang signifikan terlihat di berbagai lokasi, mengakibatkan rumah warga terendam. Menurut Eko, curah hujan yang tinggi pada awal pekan lalu menjadi pemicu utama dari fenomena ini dan berkontribusi terhadap kondisi yang semakin memburuk.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Data Pengungsian dan Bantuan Kemanusiaan

Hingga Rabu, 14 Januari 2026, tercatat sebanyak 164 jiwa telah mengungsi untuk mencari tempat aman dari genangan air. Di antara para pengungsi, terdapat 118 perempuan dan 46 laki-laki yang kini dipindahkan ke lokasi-lokasi pengungsian seperti TPQ Khurriyatul Fikri di Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan.

Pemerintah daerah telah berinisiatif untuk membentuk dapur umum di tujuh lokasi strategis demi memenuhi kebutuhan logistik warga yang mengungsi. Beberapa lokasi dapur umum tersebut mencakup Kantor PMI Kudus dan balai desa yang tersebar di berbagai wilayah.

Dampak Terhadap Infrastruktur dan Ancaman Lainnya

Banjir tidak hanya mempengaruhi permukiman, tetapi juga mengganggu infrastruktur vital yang ada. Jalan Lingkar Kudus-Pati dan sejumlah jembatan, seperti Jembatan Ngembalrejo dan Jembatan Bukduwur Tenggeles, terendam air, menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.

Pemerintah lokal juga memperingatkan adanya berbagai ancaman lain di sekitar lokasi terdampak, termasuk tanah longsor dan pohon tumbang. Menurut Eko, telah terdeteksi 132 titik longsor di beberapa kecamatan, yang berpotensi menambah kesulitan bagi warga yang sudah mengalami dampak dari banjir.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU