Senin, 05 JANUARI 2026 • 16:45 WIB

Prediksi Geoffrey Hinton tentang Masa Depan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya terhadap Pekerjaan

Author

Prediksi Geoffrey Hinton tentang Masa Depan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya terhadap Pekerjaan

Geoffrey Hinton, sosok yang dikenal sebagai 'Bapak AI', telah mengeluarkan peringatan serius mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) pada pasar tenaga kerja yang diperkirakan akan semakin meluas dan mempengaruhi banyak sektor pada tahun 2026.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Dalam wawancara terbaru, Hinton menekankan bahwa kemampuan AI yang terus berkembang dapat mengakibatkan pemutusan kerja yang signifikan, khususnya di bidang rekayasa perangkat lunak.

Prediksi Pemutusan Kerja

Dalam wawancaranya, Hinton menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, AI akan dapat menyelesaikan tugas dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan saat ini.

Kemampuan ini berpotensi mengurangi jumlah tim insinyur, terutama di sektor perangkat lunak, yang kini semakin dapat diotomasi oleh teknologi AI.

Ia menyatakan, "Perkembangan AI menunjukkan kemajuan eksponensial, dengan kemampuan baru yang semakin sering muncul setiap tujuh bulan."

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu mempertimbangkan kembali kebutuhan karyawan mereka di masa mendatang.

Dampak pada Berbagai Sektor Pekerjaan

Dampak dari pemutusan kerja akibat AI, menurut Hinton, tidak hanya terbatas pada pekerjaan kerah putih, tetapi juga akan menyentuh sektor kerah biru.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Pekerjaan di call center dan layanan pelanggan, misalnya, sudah mulai beralih ke teknologi AI yang dapat menangani tugas-tugas kompleks dengan efisiensi tinggi.

Senada dengan Hinton, Yoshua Bengio, salah satu tokoh terkemuka dalam bidang AI, menyatakan bahwa AI berpotensi menggantikan sebagian besar jenis pekerjaan manusia.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa ada urgensi dalam penyesuaian keterampilan dan peningkatan sumber daya manusia di berbagai bidang.

Peringatan Terhadap Potensi Bahaya AI

Hinton juga memberikan perhatian khusus terhadap bahaya yang lebih dalam, yakni potensi AI untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan menipu manusia.

Dalam skenario terburuk, AI dapat menyembunyikan niatnya dan memanipulasi manusia, sebuah pengembangan yang lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan AI untuk melakukan tugas yang semakin kompleks menciptakan tantangan baru bagi masyarakat dan kebijakan yang ada.

Oleh karena itu, perhatian yang lebih besar perlu diberikan pada pengaturan teknologi ini untuk memastikan tidak timbulnya risiko yang bisa membahayakan manusia.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU